Polisi Tak Beri Izin
Kepolisian sebagai pengelola keamanan tidak memberikan rekomendasi untuk laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung.
"Kami dari polisi telah mengkaji dan menganalisa kejadian sebelumnya. Dari hasil kami, bahwa kami tidak memberi rekomendasi di Jalak dan wilayah hukum Polda Jabar," tegas Martinus.
Martin mengatasan keputusan berdasarkan fakta bahwa Bobotoh (suporter Persib) dan The Jakmania (suporter Persija) hingga saat ini kerap bersitegang.
Dengan begitu, lanjut dia, demi mengutamakan kepentingan masyarakat luas pada umumnya warga Bandung dan Jawa Barat, pihaknya merekomendasikan laga tersebut berlangsung di luar Jawa Barat.
"Usulan kami lebih baik main di luar Jawa Barat. Tapi panpel masih berharap di Jalak,” tambah Martinus.
“Dan kita sudah sampaikan analisis, Mabes juga tidak akan memberikan izin kalau ada rekomendasi dari kami," ujar ia.
Martin pun kembali menegaskan, pihaknya tetap tidak akan memberikan izin pertandingan di Jalak kendati tanpa suporter The Jakmania.
"Soal tidak ada pendukung, itu cuma pendukung, tapi pemainnya datang. Berkaca pada Persib dulu itu, pemain Persib diserang di Jakarta. Kami khawatir kejadian seperti itu terjadi lagi.”
“Sehingga itu yang masuk analisis kami, karena kami sangat mengedepankan keselamatan," jelas ia.
|
Berikut alasan pihak kepolisian tidak memberikan izin laga Persib kontra Persija di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung: - Suporter Persib dan Persija masih saling dendam. Jika tak ada penyelesaian antarsuporter dan manajemen, luka lama yang muncul bisa jadi sebuah bagian rasa dendam. - Kajian kami terhadap PBR-Persija. Dalam pertandingan itu, pendukung Persija menjadi sasaran serangan pihak tertentu hingga terjadi perusakan 1 mobil dan 4 orang luka. - Persoalan pariwisata Bandung. Pertandingan yang berlangsung pada akhir pekan (Jumat, Sabtu atau Minggu) memungkinkan banyak suporter datang ke Bandung. Kepolisian khawatir, kendaraan berplat B akan mendominasi Bandung dan bisa menjadi sasaran 'kemarahan' padahal tidak semua pengunjung dari Jakarta memiliki hubungan dengan sepakbola. - Setiap pertandingan Persib dan Persija selalu menyisakan persoalan tambahan (korban terluka atau kerugian material lain). |