Terampok Oleh Wasit
Persiba sendiri harus menelan kekalahan dari tuan rumah Persipura, dengan skor tipis 0-1 di stadion Mandala.
"Saya sudah minta manajemen Persiba Balikpapan untuk ajukan protes tentang sejumlah insiden di lapangan saat menghadapi Persipura," kata pelatih Jaya Hartono usai pertandingan di Jayapura.
Menurutnya, pertandingan saat timnya takluk oleh tuan rumah Persipura Jayapura berjalan tidak "fair play".
"Tim saya dirampok oleh wasit. Seharusnya hasil imbang. Belum lagi ada pemukulan pemain oleh salah satu pemain tim lawan," kata ia.
Mantan pelatih Persiram Raja Ampat itu mengatakan, pengadil lapangan kurang tegas dan tidak jeli memimpin pertandingan hingga berujung pada keputusan pinalti yang menguntungkan tuan rumah.
"Pertandingan tadi sangat tidak adil. Pemain saya dikatakan hands ball padahal tidak. Saya tanyakan hal itu ke pemain saya dan dia mengaku tidak. Wasit terprovokasi pemain Persipura”,tambah ia.
Jaya Hartono menambahkan, jika semua pertandingan berjalan seperti itu, maka kemajuan sepak bola di tanah air menjadi mustahil, baik pengadil lapangan dan pemain tak berjalan semestinya.
Gol pinalti dari kapten tim Persipura Jayapura Ian Louis Kabes di pertambahan waktu normal babak kedua ke gawang Persiba Balikpapan akhirnya membawa "Mutiara Hitam" meraih kemenangan.
Tim tamu Persiba Balikpapan yang berjuluk Beruang Madu selama 2 X 45 telah berhasil menahan imbang anak asuh Jacksen F Tiago 0-0.
Namun petaka terjadi di menit ke 90, setelah Arifki Eka Putra terlihat menyentuh bola di kotak terlarang oleh wasit Ahmad Suparman.
Wasit asal Bandung itu akhirnya menunjuk titik putih. Pemain-pemain Persiba sontak lancarkan protes keras kepada pengadil lapangan tersebut.
Pelatih Jaya Hartono terlihat emosi sampai keluar dari tempat duduknya untuk ikut memprotes keputusan yang tidak jeli. Namun pinalti tetap terjadi.
Keunggulan untuk tuan rumah 1-0 plus waktu normal babak kedua. Penonton pun bersorak, karena Persipura berhasil meraih poin penuh.