Hoeness Meminta Amnesti
Setelah pemilik Birmingham, Carson Yeung, kini giliran presiden Bayern Munchen, Uli Hoeness, yang terkena kasus penggelapan dana.
mantan Striker yang membawa Jerman barat keluar sebagai juara dunia 1974 ini, mengakuimenyimpan dana rahasianya dalam sebuah rekening rahasia di Swiss.
Sebelumnya, jaksa penuntut menuduhnya menghindari pajak yang nilainya jauh lebih kecil yaitu 3,5 juta Euro dan menuntut hukuman penjara.
Dia didakwa dengan tidak menyatakan € 33.526.614 dalam Surat Pemberitahuan Pajak pendapatan 2004-2009, di mana ia harus membayar € 3.545.939 dan 70 sen .
Seperti dilansir dari surat kabar Jerman Sueddeutsche Zeitung, Uli Hoeness, mengatakan kepada majelis persidangan bahwa ia sangat menyesal dengan tindakannya.
" Saya akan melakukan apapun yang diperlukan untuk memastikan bahwa bab menyedihkan dalam hidup saya, selesai untuk selamanya , " kata ia.
Hoeness yang memenangi Piala eropa 1972 mengajukan pengembalian pajak dan berharap mendapat amnesti untuk kesilapannya tersebut.
Hukuman untuk penggelapan pajak bisa 10 tahun penjara. Namun putusan atas kasus yang mencengangkan public Jerman ini baru keluar pada hari Kamis (13/03/14).
Seperti halnya Yeung, Hoeness, juga mengatakan ia menggunakan uang itu untuk judian di pasar valuta asing. Namun ia kehilangan jauh lebih banyak daripada yang pernah ia peroleh.
" Antara tahun 2002 dan 2006 saya benar-benar berjudi dengan jumlah yang sangat besar. Bagi saya, bermain valuta asing bagaikan candu, " kata ia.
Sementara itu, pihak Bayern Munich menolak berkomentar sebelum sidang berlangsung. Tapi menurut legenda Munchen lainnya, Karl - Heinz Rummenigge, akan berbicara setelah putusan .
Meski dekat dengan Kanselir Angela Merkel, bukan berarti Hoeness akan bisa melenggang dari kasus ini begitu saja. Terlebih ia harus berhadapan dengan Rupert Heindl , yang memiliki julukan ‘hakim tanpa ampun’.