x

Paolo Maldini Geram

Rabu, 19 Maret 2014 07:11 WIB
Editor: Daniel Sasongko

Paolo Maldini geram sekaligus sedih dengan karut-marut prestasi AC Milan musim ini. Ironi bagi Maldini yang pernah merangkum enam scudetti dan lima trofi Piala/Liga Champions, selama berkarier 24 tahun hanya bersama klub itu. Dia percaya siapa pun yang menakhodai Milan harus bertanggung jawab.

Saat ini, I Rossoneri berada di bawah kendali Clarence Seedorf. Eks gelandang Milan itu menggantikan Massimiliano Allegri pada Januari 2014. Namun, Seedorf belum mampu mengangkat prestasi Milan yang masih terpuruk di posisi ke-11 Serie-A sementara liga tinggal 10 partai.

Karut-marut prestasi Milan berlanjut di Eropa. Mereka harus tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions, setelah dibenamkan Atletico Madrid dengan skor agregat 1-5.

“Dalam diri saya bercampur aduk kemarahan dan kekecewaan,” tutur Maldini yang dilansir La Gazzetta dello Sport, Selasa (18/03/14).

“Bukan hanya soal hasil, tapi karena saya merasa mendapatkan kesan mereka (Milan) menyia-nyiakan apa yang telah dibangun dengan kerja keras selama lebih dari 10 tahun. Buat saya itu mengerikan,” lanjut Maldini.

“Saya tahu benar kerja keras yang di belakang segala kejayaan, apa yang dikorbankan untuk membangun cerita indah tersebut. Saya seperti gila melihat itu semua hancur,” sambung dia lagi.

Maldini masih menyambung, Milan tak dapat bersaing dengan Juventus atau dengan 10 tim terkuat di Eropa. Dia merasa itu bukan visi dan misi Milan yang sebenarnya.

Maldini juga berkomentar soal Clarence Seedorf. “Jelas dia bukan seorang ahli, namun dia punya keberanian dan berkepribadian. Namun, bahkan seorang Pep Guardiola dapat melakukan segalanya,” papar dia.

“Ini bukan kesalahan Clarence. (Pippo) Inzaghi menghabiskan (masa kepelatihan) dua tahun di tim junior dan itu penting,” tandas Maldini.

Dia juga mengaku telah dua kali diwawancarai Barbara Berlusconi, salah satu chief executive Milan selain Adriano Galliani. Maldini mengaku ditunjuk sebagai suksesor Galliani, namun dia belum mendengar hal itu lagi secara resmi.

“Saya siap untuk peran (di divisi) olahraga. Milan punya banyak pekerja yang kehilangan sosok yang punya perspektif olahraga. Galliani pemimpin besar, namun dia tak memahami para pemain. Dia melakukan segalanya seorang diri dan itu tak mungkin terjadi,” kata Maldini.

“Saya ingat ketika Leo (Leonardo, bekas petinggi Milan) sangat menginginkan saya untuk menduduki jabatan direktur olahraga, Galliani hanya bilang: ‘kita tak perlu dia’,” sebut Maldini lagi.

Berita Terkini