PBR Tolak Bermain
Laga PBR kontra Persegres Gresik United yang rencananya bakal digelar di Stadion Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Minggu (13/04/14), dipastikan batal setelah tuan rumah tidak mendapat izin menggelar pertandingan hingga 17 April 2014.
PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi Liga Super Indonesia melakukan penjadwalan ulang dengan menetapkan laga PBR kontra Gresik digelar pada 23 April 2014. Hal ini yang ditolak PBR.
Pelatih PBR Dejan Antonic mengatakan penolakan berdasarkan kondisi anak asuhnya yang dikhawatirkan rentan akan cedera mengingat 27 April 2014 harus berhadapan dengan Persib Bandung.
"Saya tidak mau kalau lawan Gresik mainnya tanggal 23 April. Kita bukan robocop. Kalau bisa kita inginnya Mei saja karena 27 April kita lawan Persib,” kata Dejan Antonic di lapangan Pusdikajen, Lembang, Jumat (11/04/14).
“Kalau 23 April, jadi satu minggu kita tiga pertandingan. Itu tidak bagus. Kalau ada pemain yang cedera bagaimana? Tim butuh recovery. Kalau jadwal seperti itu bagaimana mau bagus sepakbola kita.”
Dejan yang berasal dari Serbia berharap jadwal pertandingan harus fair play. Gresik baru menjalani lima pertandingan, sementara PBR sudah tujuh pertandingan. Dengan perubahan jadwal, lanjut Dejan, program yang diterapkan mengalami perubahan.
Manajer PBR Rawindra Ditya sangat keberatan dengan jadwal baru yang dikeluarkan PT Liga Indonesia mengenai jadwal ulang Gresik United kontra PBR karena terlalu dekat dengan derbi Bandung, empat hari kemudian.
Berbeda dengan Dejan, Rawindra berharap pertemuan Gresik vs PBR bisa dilangsungkan pada 22 April, “Kalau main 22 April, kami punya cukup waktu untuk menyiapkan diri karena setelah dari Gresik harus menempuh perjalanan jauh ke Bandung.”
Penundaan duel melawan Gresik United membuat The Boys Are Back PBR terpaksa kembali merumput pada Sabtu (19/04/14) menghadapi Arema Cronous di Stadion Kanjuruhan Malang.