x

The Gunners Menang Beruntung

Minggu, 13 April 2014 02:01 WIB
Editor: Daniel Sasongko

Laga di Stadion Wembley itu dipimpin oleh wasit Marco Oliver. Sebanyak 82.185 penonton dan para penggawa kedua tim mengheningkan cipta sebelum kickoff, untuk memperingati 25 tahun Tragedi Hillsborough. Waktu mulai pertandingan pun sengaja terlambat tujuh menit, juga untuk menghormati tragedi yang menewaskan 96 orang.

Setelah kedua tim berbagi angka 0-0 pada paruh pertama, Wigan langsung menggebrak pada paruh kedua. Pada menit ke-63, Callum McManaman menerobos ke kotak penalti Arsenal dan dijegal Per Mertesacker. Oliver pun menunjuk titik putih.

Jordi Gomez dipercaya menjadi algojo, sementara Manajer The Latics, Uwe Rosler, tak mampu menyaksikan proses sepakan penalti itu. Aksi itu sempat tertunda setelah pemain Arsenal, Nacho Monreal, harus mendapatkan perawatan akibat cedera. Monreal akhirnya keluar dan digantikan Kieran Gibbs.

Hingga pada saatnya, Gomez menunaikan tugasnya dan sukses memperdayai kiper The Gunners, Lukasz Fabianski.

Arsenal baru mampu membalas saat waktu normal akan usai delapan menit lagi. Mertesacker membayar lunas kesalahan, setelah menaklukkan kiper Wigan, Scott Carson, dengan tandukan jarak dekat, memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Alex Oxlade-Chamberlain.

Laga semifinal Piala FA itu berlanjut hingga perpanjangan waktu. Pada pengujung paruh kedua extra-time Arsenal nyaris keluar sebagai pemenang, andai sepakan Oxlade-Chamberlain tak menerpa mistar gawang Wigan. Bola pun kembali keluar, urung masuk ke dalam jala The Latics. Laga pun berakhir 1-1 hingga 120 menit.

Pertandingan berlanjut dengan adu penalti. Dua algojo Wigan, Gary Caldwell dan Jack Collison, gagal menaklukkan Fabianski. Bola sepakan keduanya dapat dibaca dengan baik oleh kiper kedua Arsenal.

Sementara The Gunners langsung memimpin 2-0, setelah eksekusi Mikel Arteta dan Kim Kallstrom, mulus melaju ke jala Wigan kawalan Carson.

Wigan masih memelihara peluang menyamakan kedudukan, setelah Jean Beausejour memperdaya Fabianski. Namun, Olivier Giroud tetap membuat Arsenal unggul 3-1, setelah Carson salah mengantisipasi arah sepakan penalti striker Prancis.

Wigan masih berharap adu penalti berakhir imbang, setelah James McArthur menempatkan bola dengan mulus ke tengah jala Arsenal, sementara Fabianski telanjur bergerak ke kanan.

Akhirnya, Santi Cazorla bertindak sebagai penentu kemenangan, setelah gelandang Spanyol itu melesakkan bola dengan mulus ke jala Wigan.

“Pada babak pertama permainan kami tampak malu-malu. Pada paruh kedua saya pikir kami sempat mengenai tiang gawang dua kali dan punya beberapa peluang bagus. Kami bangkit dengan baik,” sebut Mertesacker kepada ITV seusai bertanding. “Saya rasa permainan kami berkarakter, meski banyak pihak yang mempertanyakan itu.”

“Pertandingan yang alot. Lawan bertahan dengan sangat baik, namun kami mengeluarkan segala kemampuan terbaik,” sambung Kallstrom. “Kami memang berjuang selama beberapa pekan ini dan itu harus diatasi. Itulah bagian pertandingan. Harapannya, (kemenangan) ini melesatkan kepercayaan diri kami di sisa musim ini.”

Berita Terkini