Modal Positif Rossoneri
Milan tiba di arena dengan kepercayaan diri tinggi berbekal tiga kemenangan beruntun. Rossoneri berpeluang merebut satu tempat Liga Europa, meski harus tampil tanpa Keisuke Honda, Michael Essien, Sulley Muntari, Mattia de Sciglio, dan Stephan El Shaarawy.
Sementara Catania datang dengan pelatih baru dari tim junior, Maurizio Pellegrino, Dia menggantikan Rolando Maran yang untuk kali kedua dipecat manajemen. Catania tampil di Meazza tanpa Sergio Almiron, Giuseppe Bellusci, dan Gino Peruzzi.
Saat laga dibuka wasit Andrea de Marco, Catania langsung menuai peluang. Pablo Barrientos melesatkan sepakan di depan gawang Milan, namun Christian Abbiati menangkis bola dan menghalau keluar dari pojok atas gawangnya.
Tak berapa lama, Milan membalas, setelah Ricardo Kaka melejitkan bola yang kemudian mengenai jala samping Gli Elefanti.
Milan pun mengemas gol pada menit ke-23, ketika Mario Balotelli menyodorkan bola kepada Montolivo. Dari jarak 30 meter, eks gelandang Fiorentina itu melesatkan bola ke sisi kiri gawang Catania, yang gagal dihalau kiper Mariano Andujar. Itu adalah gol ketiga Montolivo musim ini dan dua di antaranya menembus jala Catania.
Kedua tim saling serang, namun peluang yang didapat Adel Taarabt dan Balotelli tak menghasilkan apa-apa bagi Milan, sementara Barrientos kembali menjadi momok, namun Adil Rami mengamankan bola pada saat terakhir.
Berikutnya, Milan menuai kesempatan mencetak gol lagi, ketika Balotelli melambungkan bola kepada Philippe Mexes. Bek asal Prancis itu melayangkan tendangan gunting, namun bola melambung dari mistar gawang Catania.
Abbiati pun tak kalah bekerja keras, ketika keluar dri sarang untuk menggagalkan eksekusi Lucas Castro. Berikutnya, dia harus mengerahkan segala kemampuan untuk menepis bola hasil sepakan bebas khas Francesco Lodi.
Catania harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-78, setelah Fabian Rinaudo –yang baru kembali turun gelanggang setelah menjalani sanksi akumulasi kartu—menerima kartu kuning kedua akibat terlalu terlambat dan terlalu tinggi melayangkan kaki di hadapan Mexes.
Hingga wasit De Marco meniupkan peluit panjang, Milan tetap unggul 1-0. Hasil positif itu menaikkan posisi setingkat ke urutan kedelapan dengan koleksi 48 poin. Sementara Catania masih terbenam di posisi juru kunci Serie-A alias papan ke-20, hanya dengan koleksi 20 poin dalam 33 pertandingan.