Benfica Tak Ingin Gagal Lagi
Kekalahan dari Chelsea pada final Liga Europa musim lalu di Stadion Amsterdam Arena, masih membekas di pemain-pemain Benfica. Klub kebanggaan Lisbon, Portugal itu kini berpeluang membayar kegagalan musim lalu, saat meladeni Sevilla.
“Selama akhir tahun lalu, kami melakukan hal yang setidaknya sama seperti musim lalu, agar mampu lolos ke final. Sekarang, kami sudah berada di final,” kata Pelatih Benfica, Jorge Jesus, seperti dilansir UEFA.
“Kami pernah berada di sini sebelumnya, dan kini kami lebih kuat dari segi pengalaman. Kami berharap dari hal itu,” tambah pria 59 tahun.
Jika melihat dari sejarah, Benfica jelas kalah dari Sevilla. As Aguias pernah dua kali lolos ke final Liga Europa (dulu Piala UEFA), yakni pada 1982-1983 dan 2012-13.
Pada final pertama, Benfica dikalahkan Anderlecht dengan agregat 1-2. Pada final pertama Benfica kalah 0-1 di Stadion Heysel. Pada final kedua, Benfica hanya mampu bermain imbang 1-1 di Estadio da Luz. Sedangkan musim lalu, Benfica keok dari Chelsea.
Dari kubu lawan, catatan sejarah Sevilla lebih mentereng. Dari final musim 2005-2006 dan 2006-2007, Sevilla selalu ke luar sebagai juara. Pada 2005-2006, Sevilla mengalahkan Middlesbrough 4-0 di Stadion Jose Alvalade, Lisbon. Sedangkan pada 2006-2007, Los Nervionenses menaklukkan Espanyol melalui drama adu penalti.
Namun, Jesus optimistis, Benfica bisa mematahkan catatan kemenangan Sevilla di final, sekaligus membuat sejarah baru untuk Benfica.
“Sevilla memiliki sejarah dalam kompetisi ini. Hal itu akan terpecahkan pada suatu hari nanti. Kenapa tidak kita pecahkan saja di sini, di Turin?” ujar Jesus setengah beretorika.