Uji Tim Lapis Dua
"Banyak hal yang bisa kami ambil dari uji coba ini. Kami akan melakukan evaluasi dari komposisi pemain yang diturunkan. Memang, di laga ini jam terbang mereka masih jauh dengan para pemain lainnya," kata Pelatih Kepala Timnas Indonesia U19, Indra Sjafri, usai pertandingan.
Pada laga tersebut, mayoritas pemain yang diturunkan banyak perbedaan dibandingkan di laga pertama. Meski demikian, permainan mereka tetap diapresiasi dan sesuai dengan instruksi pelatih.
"Memang belum sempurna, namun mereka sudah menjalankan apa yang digariskan pelatih," kata dia.
Pada jalannya pertandingan yang tanpa disaksikan suporter tersebut, Timnas Indonesia U19 belum dapat mengembangkan permainan.
Dengan mengandalkan Martinus Novianto sendiri di depan, tim tamu belum mendapat tekanan yang berarti.
Pada menit ke 15 Timnas U19 mendapat kesempatan melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti. Namun, eksekusi tendangan bebas yang dipercayakan Miftahul Hamdi masih membentur pagar betis pemain Yaman.
Sampai di menit akhir di babak pertama, skor pun tetap imbang tanpa gol.
Menit ke 52, terjadi insiden di dalam kotak penalti Yaman. Pemainnya, Akram Najib Yahya dianggap hands ball saat menghalau tendangan bebas dari Hendra Sandi.
Merasa tak melakukannya, beberapa pemain beserta official tim Yaman pun melakukan protes kepada wasit.
Pertandingan terhenti selama empat menit. Namun, akhirnya permainan diteruskan, dan penalti tetap dilakukan.
Hendra Sandi yang ditunjuk sebagai algojonya, mampu menyelesaikan dengan baik dan merubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Menit 75, berganti Yaman mendapat hadiah penalti. Pemain tengah Indonesia, Miftahul Hamdi mengangkat kaki terlalu keras dan sempat mengenai kepala pemain lawan, Alaadin Noman.
Osamah Ahmed yang melakukan eksekusi, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor ini pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit.