x

10 Calon Penyelamat Spanyol di Rusia

Sabtu, 21 Juni 2014 00:30 WIB
Penulis: Joko Sedayu | Editor: Jhon Purba
Tim Spanyol yang berlaga di Piala Dunia Brasil 2014.

Kaki lunglai berat untuk melangkah ke luar lapangan dan kepala tunduk menahan malu dari cemoohan para fans. Gestur ditunjukkan pemain Spanyol sebagai Juara Dunia 2010 usai dikalahkan Chile 0-2 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Kamis (19/06/14) dini hari WIB, dalam lanjutan penyisihan Grup B Piala Dunia Brasil 2014.

Kekalahan tersebut membuat La Furia Roja Spanyol dipastikan gagal melangkah ke babak sistem gugur Piala Dunia 2014. Spanyol menelan kekalahan 1-5 dari Belanda pada pertandingan pertama grup. Berikutnya, meskipun sudah tidak menentukan, Spanyol akan bersua Australia.

Banyak yang menilai kegagalan Spanyol di Piala Dunia 2014 karena sudah tidak efektifnya dari gaya bermain tiki taka. Menurut pakar, gaya tiki taka sudah mudah dibaca. Hal itu terlihat dari kegagalan Barcelona pada musim 2013-2014 dan kegagalan Bayern Muenchen bersama Pep Guardiola pada Liga Champions 2013-2014.

Selain itu pemain Spanyol saat ini adalah mayoritas pemain yang hampir memenangi semua kompetisi top di dunia. Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, misalnya, telah menjuarai Piala Dunia, Euro, La Liga dan Liga Champions. Motivasi dan semangat dari mayoritas pemain Spanyol sudah tidak seperti empat tahun silam.

Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk memperbaiki kegagalan di Piala Dunia 2014. RFEF harus segera memanggil nama-nama baru yang lebih bersemangat, memiliki ambisi dan motivasi besar untuk merengkuh trofi juara.

Berikut adalah 10 nama pemain yang diperkirakan bisa mengembalikan Spanyol ke tampuk takhta tertinggi:


1. David De Gea (Manchester United)

David de Gea.

David de Gea termasuk dalam skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2014. Tapi dipanggilnya kiper 23 tahun itu hanya sebagai pengganti untuk kiper Barcelona Victor Valdes yang mengalami cedera.

Meskipun kesulitan menembus posisi tiga besar kiper Spanyol dalam empat tahun terakhir, de Gea turut andil saat membawa Spanyol U-21 menjuarai Piala Eropa U-21 pada 2011 dan 2013. De Gea sudah mencatat 27 pertandingan bersama Spanyol U-21.

De Gea masih kalah tenar dari Iker Casillas dan Pepe Reina. Namun prestasi de Gea tidak kalah mentereng ketimbang tiga kiper utama Spanyol tersebut. Bersama Atletico Madrid, de Gea menjuarai Liga Europa dan Piala Super Eropa. Bersama Manchester United, de Gea menjuarai Primer League dan Piala Community Shield.

Dengan pengalaman dan prestasi tersebut De Gea kemungkinan besar akan menjadi kiper utama Spanyol untuk Piala Dunia Rusia 2018. Casillas, Valdes dan Reina sudah berusia di atas 30 tahun, sedang de Gea mencapai usai matang di Euro Prancis 2016.


2. Alberto Moreno (Sevilla)

Alberto Moreno.

Alberto Moreno tidak termasuk dalam skuad Piala Dunia Brasil 2014, tapi bek 21 tahun adalah salah satu pilihan Pelatih Vicente del Bosque dalam 30 pemain skuad bayangan Spanyol.

Dipanggilnya Moreno ke dalam skuad Spanyol bukan yang pertama. Bek Sevilla itu mulai menjalani debutnya bersama Matador Spanyol saat melawan Georgia pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia Brasil 2014 zona Eropa.

Ketertarikan del Bosque memanggil Moreno menyusul penampilan gemilangnya bersama Sevilla pada musim 2013-2014. Moreno mencatat tiga gol dari 29 pertandingan La Liga dan turut menjadi pemain andalan Sevilla saat menjuarai Liga Europa.

Melihat performa buruk dari bek Barcelona Jordi Alba di Piala Dunia 2014, mengharuskan Moreno mendapatkan kesempatan lebih banyak mengenakan seragam Spanyol. Apalagi sejak bergabung ke Barcelona, kontribusi Alba untuk tim Catalan itu tidak terlalu mencolok.


3. Koke (Atletico Madrid)

Koke.

Masa-masa kejayaan Xavi Hernandez dan Xabi Alonso mulai pudar. Spanyol harus memberi kesempatan lebih banyak kepada gelandang-gelandang muda, seperti pemain Atletico Madrid Koke.

Koke tergabung ke dalam skuad Piala Dunia Brasil 2014, tapi pemain 22 tahun itu bukan pilihan utama Pelatih Vicente del Bosque. Koke masih kalah bersaing dengan Xavi, Alonso, Andres Iniesta dan Sergio Busquets.

Melihat usia Xavi dan Alonso yang semakin termakan usia, selayaknya Koke menjadi gelandang andalan Spanyol di Piala Dunia 2018. Alasannya Koke menjadi salah satu gelandang utama Atletico dalam tiga musim terakhir.

Puncaknya Koke turut andil membawa Los Rojiblancos ke final Liga Champions dan juara La Liga 2013-2014. Pada musim tersebut Koke membuat tujuh gol dari 57 pertandingan di berbagai kompetisi.


4. Iker Muniain (Athletic Bilbao)

Iker Muniain.

Iker Muniain mencatat debut bersama tim senior Spanyol ketika masih berusia 19 tahun, saat melawan Venezuela dalam pertandingan persahabatan pada 24 Februari 2012. Sejak saat itu, Muniain tidak pernah lagi memperkuat La Furia Roja Spanyol.

Muniain kalah bersaing dari wajah-wajah lama, seperti Santi Cazorla, David Silva, Juan Mata dan Pedro Rodriguez. Pelatih Vicente del Bosque lebih gemar memasang Andres Iniesta atau Cesc Fabregas sebagai penyerang sayap. Walhasil kesempatan Muniain untuk memperkuat Spanyol sangat sulit.

Padahal Muniain memiliki karier bagus bersama Spanyol U-21. Pemain yang kini berusia 21 tahun itu mengantarkan Spanyol U-21 menjuarai Piala Eropa U-21 pada 2011 dan 2013. Pada musim 2013-2014, Muniain mencatat tujuh gol dan empat assist dalam 35 pertandingan La Liga, sekaligus membawa Athletic Bilbao finis di posisi keempat dan lolos ke kualifikasi Liga Champions.

Selain itu sejak bergabung tim senior Bilbao pada 2009, Muniain mencatat 19 gol dan 13 assist dari 162 pertandingan. Melihat catatan tersebut sudah selayaknya Muniain kembali masuk ke timnas Spanyol dan menjadi andalan di Piala Dunia Rusia 2018.


5. Isco (Real Madrid)

Isco.

Karier pemain bernama lengkap Francisco Roman Alarcon Suarez semakin meroket sejak bergabung ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2013. Isco memiliki peran cukup penting saat membawa Los Blancos menjuarai Liga Champions dan Copa del Rey 2013-2014.

Nama Isco mulai naik daun ketika bergabung bersama Malaga pada musim panas 2011. Pada musim pertamanya Isco langsung melejit dengan mencatat lima gol dan lima assist dari 32 pertandingan La Liga sekaligus membawa Malaga finis di posisi keempat dan lolos ke kualifikasi Liga Champions. Pada 2012, Isco mendapat penghargaan pemain muda terbaik dunia atau golden boy award.

Isco telah mencatat 2 caps bersama Spanyol, namun gelandang 22 tahun itu tidak termasuk dalam 23 pemain skuad Spanyol ke Piala Dunia Brasil 2014 pilihan Pelatih Vicente del Bosque. Selain kalah dari pemain-pemain senior, Isco juga kalah bersaing dari Koke.

Untuk Piala Dunia Rusia 2018, nama Isco wajib diikutsertakan ke dalam skuad Spanyol. Bersama Koke, Spanyol akan kembali mengalami masa-masa kejayaan. Belum lagi Spanyol memiliki gelandang muda lainnya, seperti Iker Muniain dan Thiago Alcantara.


6. Thiago Alcantara (Bayern Muenchen)

Thiago Alcantara.

Bersama Iker Muniain, Koke, dan Isco, Thiago Alcantara menjadikan lini tengah Spanyol U-21 sebagai yang terbaik. Mereka membawa Spanyol U-21 menjuarai Piala Eropa U-21 pada 2013. Kini mereka adalah pemain yang diharapkan bisa kembali membawa Spanyol meraih kejayaan di Piala Dunia Brasil 2014.

Alcantara sebenarnya termasuk ke dalam 30 pemain skuad bayangan Spanyol untuk Piala Dunia Brasil 2014, namun dua hari kemudian ia mengalami cedera otot ligamen lutut. Di Piala Dunia 2014, Spanyol mengalami kegagalan dengan menelan kekalahan dalam dua pertandingan pertama fase grup. Tim Matador juga dipastikan gagal lolos ke babak sistem gugur.

Alcantara diyakini akan menjadi pemain yang pas untuk menggantikan para seniornya di Spanyol. Apalagi, Alcantara pernah bermain bersama dengan Xavi Hernandez, Sergio Busquets, Andres Iniesta dan Cesc Fabregas di Barcelona. Pengalaman gelandang Bayern Muenchen itu tidak perlu diragukan lagi.


7. Alvaro Morata (Real Madrid)

Alvaro Morata.

Spanyol mengalami krisis penyerang untuk Piala Dunia Brasil 2014. Kesalahan dilakukan Pelatih Vicente del Bosque yang tetap mengandalkan penyerang, seperti Fernando Torres dan David Villa. Padahal prestasi mereka di level klub tidak secemerlang empat tahun silam.

Del Bosque juga tidak memanggil Fernando Llorente atau Alvaro Negredo yang sebenarnya tampil bagus di level klub. Pelatih 63 tahun itu tetap ngotot membawa penyerang naturalisasi Diego Costa yang tengah mengalami cedera dan kelelahan bermain untuk Atletico Madrid.

Untuk itu Spanyol harus segera melupakan jasa-jasa Villa atau Torres di Piala Dunia berikutnya. Mereka harus segera berbenah dan mempercayai striker-striker muda, salah satunya adalah Alvaro Morata.

Sepanjang musim 2013-2014, Morata tampil menggebrak bersama Real Madrid. Dia memiliki peran cukup penting saat Madrid menjuarai Copa del Rey dan Liga Champions. Ketika Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, atau Gareth Bale sedang buntu, Morata selalu menjadi solusi yang tepat. Morata mencatat sembilan gol dari 34 penampilan di berbagai kompetisi musim lalu.


8. Jese Rodriguez (Real Madrid)

Jese Rodriguez.

Bersama Alvaro Morata, Jese Rodriguez menjadi pemain muda masa depan Real Madrid. Seperti halnya dengan Morata, Jese menjadi pelapis dari Cristiano Ronaldo, Karim Benzema atau Gareth Bale. Ketika mendapat kesempatan bermain, Jese selalu tampil maksimal.

Sepanjang musim 2013-2014, Jese membukukan delapan gol dan enam assist dari 31 pertandingan di berbagai kompetisi. Sayang ketika kariernya sedang menanjak, Jese mengalami cedera otot ligamen lutut sejak Maret 2014 hingga saat ini.

Seperti dengan Morata, Jese juga belum pernah bermain untuk tim senior Spanyol. Melihat penampilan mereka bersama Madrid pada musim lalu, tidak ada salahnya memberikan kesempatan bermain untuk tim senior Spanyol.

Di Piala Dunia Rusia 2018, pemain senior, seperti David Villa dan Fernando Torres, sudah semakin tua atau mungkin pensiun. Fernando Llorente dan Alvaro Negredo sudah memasuki usia kepala tiga. Jese bersama Morata akan menjadi pilihan tepat untuk menemani Diego Costa.


9. Daniel Carvajal (Real Madrid)

Daniel Carvajal.

Sejak kembali ke Real Madrid pada musim 2013-2014, Daniel Carvajal langsung mendapat tempat utama. Di Santiago Bernabeu, bek 22 tahun itu bahkan mampu menyingkirkan bek langganan timnas Spanyol Alvaro Arbeloa.

Carvajal adalah bek jebolan akademi sepakbola Madrid yang dilepas ke Bayer Leverkusen pada 2012. Setelah tampil mengesankan bersama Leverkusen, Madrid langsung membeli kembali Carvajal pada musim berikutnya.

Datang kembali Madrid, Carvajal tampil gemilang dengan mencatat dua gol dan 45 pertandingan di berbagai kompetisi. Carvajal juga adalah anggota tim utama Los Blancos Madrid saat menjuarai Copa del Rey dan Liga Champions musim 2013-2014.

Melihat kinerja ciamik Carvajal bersama Madrid, sudah seharusnya ia dipanggil Spanyol. Hingga saat ini Carvajal belum pernah mencatat pertandingan untuk Spanyol. Di Piala Dunia Rusia 2018, Carvajal diharapkan bisa mengisi posisi bek kanan, di mana Cesar Azpilicueta tampil kurang memuaskan pada Piala Dunia 2014.


10. Inigo Martinez (Real Sociedad)

Inigo Martinez.

Di Piala Dunia Brasil 2014, dua bek jempolan Spanyol, Gerard Pique dan Sergio Ramos, tampil buruk. Mereka berdua menjadi salah satu penyebab dari kekalahan 1-5 dari Belanda.

Sejak ditinggal Carles Puyol, Pique dan Ramos masih kokoh menjaga pertahanan Spanyol di Euro Polandia-Ukraina 2012. Ketika dua bek tersebut tampil buruk, Spanyol belum memiliki pengganti yang sepadan.

Sebagai antisipasi, Pelatih Vicente del Bosque memanggil Javi Martinez sebagai bek tengah, tapi Javi tampil kurang memuaskan saat Spanyol kalah 0-2 dari Chile. Sementara Raul Albiol hingga saat ini hanya menjadi penghias bangku cadangan.

Untuk Piala Dunia Rusia 2018, nama Inigo Martinez bisa menjadi solusi tepat untuk mengisi posisi bek tengah. Apalagi pada 2018 nanti usia Pique dan Ramos telah memasuki kepala tiga. Martinez pantas menjadi bek masa depan Spanyol karena Inigo telah mencatat dua caps bersama La Furia Roja.

Piala Dunia Brasil 2014Spanyol

Berita Terkini