Adios, El Guaje
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Spanyol, David Villa, memberikan hadiap perpisahan yang manis dengan mencetak satu dari tiga gol Spanyol ke gawang Australia.
Sayang, kado terasa tak lengkap karena kemenangan Spanyol atas Australia tak mengubah kenyataan bahwa Spanyol tersingkir dari Piala Dunia 2014. Pada laga yang tak lagi menentukan, Villa mencetak gol yang identik dengan dirinya. Gol yang lahir dari insting, skill, dan sentuhan akhir maut. Gol ke-59 Villa bersama Spanyol.
Pada menit ke-60, tugas Villa bersama tim nasional Spanyol berakhir. Villa keluar lapangan dengan membawa raut kekecewaan. Tiba di bangku cadangan, El Guaje tak kuasa menahan tangis.
Villa memutuskan pensiun dari tim nasional sebelum berangkat ke Piala Dunia Brasil 2014. "Melihat usia, level permainan, dan semua yang sudah berikan, sudah saatnya saya mundur," ujar Villa saat mengumumkan pengunduran dirinya.
Sekitar delapan tahun sudah Villa membela La Furia Roja. Bersama Tim Matador, Villa mengoleksi 59 gol dalam 97 penampilan. Melihat jumlah, catatan tersebut sudah luar biasa.
Namun, yang lebih luar biasa lagi adalah kapan atau pada saat apa dia mencetak gol. Pada Euro 2008, Villa mencetak empat gol yang mambawa Spanyol lolos dari penyisihan grup.
Pada Piala Dunia 2010, Villa mencetak gol yang membawa Spanyol mengalahkan Honduras, Chile, Portugal, dan Paraguay. Secara keseluruhan, Villa sudah mencetak gol dalam tiga Piala Dunia berturut-turut. Dari 11 gol terakhir yang dibuat Spanyol pada Piala Dunia, tujuh datang dari Villa.
Pada laga penutup, Villa pun masih menandainya dengan sebuah gol dan predikat Man of the Match.