Para Debutan yang Bersinar di Brasil
Piala Dunia Brasil 2014 menjadi ajang para pemain muda untuk menunjukkan kapasitasnya di lapangan. Pemainan ciamik sang pemain dapat menjadi pendongkrak harga jual, sebab, para pencari bakat klub-klub besar bertebaran mamantau incaran mereka di tiap laga.
Berikut nama-nama pemain debutan yang menjadi sorotan dunia:
1. Jose Maria Gimenez, (Uruguay, 19 Tahun)
Bermain dengan menit penuh saat laga hidup-mati Uruguay melawan Italia di penyisihan grup, Jose Maria Gimenez mampu menahan gempuran penyerang Gli Azzuri dan memaksa juara dunia empat kali ini tersisih dari penyisihan grup.
Anak muda ini adalah didikan Atletico Madrid ini memiliki mobilitas tinggi, agresif dan mampu membaca pergerakan lawan. Bakat ini bakal menjadikannya bek tangguh baik di Ateltico maupun Uruguay.
2. Ahmed Musa, (Nigeria, 21 Tahun)
Ahmed Musa menjadi sorotan saat mencetak dua gol fantastisbagi tim nasional Nigeria saat menghadapi Argentina di pertandingan terakhir Grup F. Gol pertamannya saat ia mampu menyamakan kedudukan di menit empat, hanya semenit usai gol Lionel Messi di gawang Vincent Enyeama.
Pemain yang mengawali debut di timnas U-20 Nigeria ini kemudian kembali membalas gol Messi pada menit 47. Meski pada laga ini Nigeria kalah 2-3 dari Argentina, namun Nigeria berhak mendampingi Argentina ke fase knock-out.
3. Charles Aranguiz, (Chile, 25 Tahun)
Charles Aranguiz bermain gemilang saat mengantarkan Chile meraih kemenangan 2-0 atas Spanyol pada laga grup B. Penampilan gemilang Aranguiz sekaligus memaksa Spanyol tersingkir dari Piala Dunia 2014.
Pada laga tersebut, Charles Aranguiz mampu mengecoh Jordi Alba di kotak penalti Spanyol. Aranguiz kemudian leluasa mengirimkan umpan tarik datar ke depan gawang Spanyol yang akhirnya memudahkan Eduardo Vargas mencetak gol ke gawang Iker Casillas.
4. Muhamed Besic, (Bosnia-Herzegovina, 21 Tahun)
Muhamed Besic tampil menakjubkan saat Bosnia melawan Argentina pada penyisihan Grup F. Ia mampu menjaga pergerakan Lionel Messi, meski pada laga itu, Bosnia takluk 2-1 sekaligus membuat timnya tersingkir dari penyisihan grup.
Gelandang bertahan milik Hamburg SV ini memiliki umpan terukur, serta daya jelajah yang tinggi. Teknik tackling pemain berusia 21 tahun juga mumpuni, sehingga sejumlah klub besar Eropa tengah mengincarnya.
5. Divock Origi, (Belgia, 19 Tahun)
Tidak banyak yang mengenal Origi sebelumnya. Penyerang berusia 19 tahun ini adalah pemain Lille tanpa catatan impresif sejak mendapatkan kesempatan tampil di skuad utama pada 2012.
Keputusan pelatih Belgia, Wilmots, untuk menyertakannya di Piala Dunia 2014 sebagai pelapis Romelu Lukaku menjadi ajang pembuktiannya. Torehan gol dan performa impresifnya muncul kala sebiji golnya membawa Belgia mengalahkan Rusia 1-0. Sejumlah klub besar saat ini tengah berburu tanda tangannya.
6. Juan Carlos Paredes (Ekuador, 26 Tahun)
Berposisi sebagai bek kanan, Juan Carlos Paredes menjadi pilihan utama pelatih Ekuador, Reinaldo Rueda. Seperti tak kenal lelah, pemain ini membantu pertahanan sambil menyerang, terutama saat Ekuador bertemu Perancis di penyisihan Grup E.
Meski Ekuador tersingkir, namun kemampuan Juan Carlos yang saat ini bermain di liga lokal Ekuador, membuatnya pantas tampil di panggung yang lebih besar usai Piala Dunia nanti.