x

Perang Klasik, Gengsi Eropa

Jumat, 4 Juli 2014 10:52 WIB
Editor: Yusuf Abdillah

Tim Eropa belum pernah berhasil menjadi juara saat Piala Dunia digelar di Benua Amerika. Sejarah ini yang akah coba dipatahkan saat Piala Dunia digelar di Brasil kali ini. Namun, untuk menuju sebuah sejarah baru, dua raksasa Eropa, Prancis dan Jerman harus terlebih dulu saling bunuh di babak delapan besar.

Pertarungan antara Prancis melawan Jerman selalu menjadi perang klasik dan bersejarah. Ya, sejarah mencatat kedua kubu memang sangat erat dengan yang namanya perang. Sebut saja nama Napoleon Bonaparte dan Adolf Hitler. Kedua tokoh sejarah yang menjadi aktor perang yang melibatkan kedua negara pada masa berbeda.

Di kancah sepakbola, Prancis dan Jerman juga memiliki sejarah. Masih ingat terjangan Harald Schumacher ke arah Patrick Battiston? Tentu saja. Apalagi kejadian tersebut kembali diapungkan, khususnya oleh media Prancis, sebagai bumbu pemanas duel.

Di balik kejadian terjangan Schumacher, Prancis juga mengingat kejadian pada Piala Dunia 1982 itu sebagai hal yang pahit karena mereka menjadi pihak yang kalah pada semifinal di Sevilla itu. Yang menyakitkan, Prancis kalah lewat adu penalti. Yang lebih perih lagi, mereka harus menjalani adu penalti setelah imbang 3-3, padahal sepat unggul 3-1.

Selang empat tahun kemudian, Prancis kembali merasakan kepedihan. Datang sebagai juara Eropa, Prancis tampil gemilang untuk lolos ke semifinal. Mereka menyingkirkan juara bertahan Italia di 16 besar dan favorit juara Brasil di perempatfinal. Sebaliknya, Jerman melaju ke semifinal secara tertatih-tatih. 

Saat keduanya bertemu di semifinal, Prancis yang menjadi favorit dikejutkan oleh gol cepat Andreas Brehme. Menguasai permainan nyaris sepanjang permainan, Prancis justru harus kembali kebobolan lewat serangan balik. Gol Jerman dibuat oleh Rudi Voeller di ujung laga.

Kini, kondisi kedua tim mirip dengan apa yang terjadi pada 1986. Prancis tampil brilian untuk melaju ke perempatfinal. Banyak yang mengatakan, Prancis sudah bangkit dari keterpurukan, setelah mengalami hasil buruk pada dua Piala Dunia sebelumnya.

Sebaliknya, Jerman yang mengawali Piala Dunia dengan gemilang, menang 4-0 atas Portugal, justru sedang berada di bawah sorotan karena performa mereka dinilai pas-pasan, bahkan nyaris terdepak oleh Aljazair di babak 16 besar. Kritikan pun menghujani pasukan Joachim Loew. "Itu adalah penampilan terburuk sepanjang tahun," kata Michael Ballack, mantan pemain Jerman tentang pertandingan melawan Aljazair.

Tapi, akankah sejarah berulang?  “Kami akan menuliskan halaman baru dalam sejarah,” ujar Didier Deschamps, pelatih Prancis.

“Sejauh yang kami pedulikan adalah kami hidup pada saat ini. Ada sejarah panjang antara kedua negara, tapi kami akan fokus pada pertandingan nanti. Dan, kami ingin menulis sejarah kami sendiri,” kata Hugo Lloris seperti mengulangi kata-kata dari sang pelatih.

Lalu bagaimana dengan kubu Jerman? “Deschamps sudah menyulap Prancis sejak 2010.  Dan kami sudah tak sabar menjalani sebuah laga klasik lainnya,” ujar Loew.


1. DATA DAN FAKTA

Prancis Vs Jerman

Dalam lima kesempatan Prancis lolos dari penyisihan grup, mereka selalu berhasil mencapai semifinal (1958, 1982, 1986, 1998, dan 2006).

Semua gol Prancis, 10, dicetak daro dalam kotak penalti.

Dari sepuluh pertandingan di tanah Brasil, Prancis baru sekali menelan kekalahan (6 menang, 3 seri).

Prancis menghantam tiang/mistar gawang enam kali pada Piala Dunia kali ini, terbanyak dibanding tim lain.

Prancis tak pernah kebobolan di babak pertama dalam 12 laga terakhir.

Jerman akan menjalani perempatfinal Piala Dunia kesembilan secara beruntun.
Jerman lolos ke semifinal tiga kali dalam tiga Piala Dunia terakhir. Belum ada negara yang berhasil lolos empat kali beruntun ke semifinal.

Jerman belum terkalahkan dalam 15 laga terakhir (menang 10, seri 5).

Thomas Mueller terlibat dalam tujuh dari 12 gol terakhir Jerman di Piala Dunia (lima gol dan dua assists). Karim Benzema terlibat dalam lima dari 10 gol Prancis di Brasil 2014 (tiga gol, dua assists).


2. PLAYER TO WATCH

PAUL POGBA
Setelah membawa Juventus menjuarai Serie A, Pogba kini menyumbangkan kreativitasnya di lini tengah Prancis pada Piala Dunia 2014. Tak heran jika dia akan kembali menjadi kunci saat Les Bleus menghadapi Jerman pada perempatfinal nanti.

Selama di Brasil 2014, Pogba mencetak satu gol dan assist. Kekuatan utama Pogba adalah saat dia menguasai bola, dengan rata-rata 2,5 tembakan dan 2,3 dribel sukses per partai selama di Piala Dunia 2014.

Namun, sebagai gelandang, akurasi umpan Pogba terbilang buruk, 83,7 persen per laga. Namun, bersama Prancis, dia mendapatkan kebebasan lebih besar daripada saat bersama Juventus. Dengan kata lain, makin banyak luar yang bisa dijelajahi oleh mantan pemain Manchester United ini.

TONI KROOS
Melihat gayanya di atas lapangan, Kroos memang tak semenarik dan sespektakuler para gelandang lain. Namun, Kroos pantas mendapat predikat slah satu gelandang terbaik dan terlengkap  di dunia saat ini. Kroos adalah bagian penting dari dominasi Bayern Muenchen di Jerman dan di Eropa beberapa tahun belakangan ini.

Berbeda dengan Pogba, kekuatan inti Kroos ada pada aliran bolanya. Dia adalah pengatur irama permainan Jerman dengan mendikte jalannya laga lewat umpan-umpannya. Pada Piala Dunia kali ini, Kroos rata-rata melepaskan 98,5 umpan per laga dengan tingkat akurasi mencapai 91,5 persen. Dan, dia juga memiliki kemampuan menembak dari jarak jauh.

Sulit mencari titik lemah dari Kroos, namun dia adalah pemain yang lebih memilih mengumpan daripada menggiring bola dan mencoba melewati lawan.


3. 5 LAGA TERAKHIR & PERKIRAAN FORMASI

LIMA LAGA TERAKHIR
PRANCIS

30/06/14 Prancis 2-0 Nigeria (Piala Dunia)
26/06/14 Ekuador 0 -0 Perancis (Piala Dunia
21/06/14 Swiss 2-5 Prancis (Piala Dunia)
16/06/14 Prancis 3-0 Honduras (Piala Dunia)
09/06/14 Prancis 8 -0 Jamaika (Uji Coba)

JERMAN
01/07/14 Jerman 2-1 Aljazair (Piala Dunia)
26/06/14 AS 0 -1 Jerman (Piala Dunia)
22/06/14 Jerman 2-2 Ghana (Piala Dunia)
16/06/14 Jerman 4-0 Portugal (Piala Dunia)
07/06/14 Jerman 6-1 Armenia (Uji Coba)


PERKIRAAN FORMASI

Prancis ( 4-2-1-3): Lloris; Debuchy, Varane, Sakho, Evra; Matuidi, Cabaye; Pogba; Valbuena, Benzema, Griezman
Absen: -
Pelatih:
Didier Deschamps

Jerman (4-3-3): Neuer; Hummels, Boateng, Mertesacker, Howedes; Schweinsteiger, Lahm, Kroos; Oezil, Mueller, Goetze
Absen: - 
Pelatih:
Joachim Loew


4. PREDIKSI

Kekuatan Prancis terletak pada makin bervariasinya skema serangan dan skema penguasaan ruang permainan. Selama turnamen berlangsung, Deschamps mampu melakukan rotasi pemain secara mulus.

Serangan Prancis akan makin membahayakan bila Paul Pogba ditampilkan. Pemain muda ini akan bergantian melakukan penetrasi bersama Blaise Matuidi. Yang paing penting, Prancis memiliki Antoine Griezmann-Matieu Valbuena-Karim Benzema. Ketiganya telah berkontribusi dalam lebih dari separuh gol Prancis. 

Jerman harus membenahi lini pertahanan mereka yang kerap kedodoran saat menghadapi serangan cepat. Empat bek, terutama di sentral kerap sulit mengantisipasi operan-operan langsung ke jantung pertahanan. Tak heran jika Manuel Neuer acap ikut menjalankan peran sebagai sweeper. 

Jika Jerman tak membenahi skema pertahanan, Prancis akan keluar sebagai semifinalis Piala Dunia 2014.

Ladbrokes: 3,00 - 3,25 - 2,50
William Hill: 3,00 - 2,88 – 2,60    
INDOSPORT: 40% - 35% - 25%

Piala Dunia Brasil 2014PrancisJermanKarim BenzemaPreviewPaul PogbaThomas Mueller

Berita Terkini