Kaki Mati Rasa, Neymar Menangis
Menurut Felipao --panggilan Scolari--, seluruh tim Brasil panik, setelah punggung Neymar dihajar dengan lutut oleh Zuniga.
Bek kiri Selecao, Marcelo, yang pertama sampai ke tempat di mana Neymar tergeletak. Menurut Scolari, Marcelo menanyakan apa yang dirasakan Neymar.
"Dia menjawab, 'Aku tak bisa merasakan kedua kakiku'," kata Marcelo seperti ditirukan Scolari kepada harian Spanyol, Marca, Minggu (06/07/14).
Marcelo lantas berteriak ke arah tim dokter, namun mereka belum diizinkan wasit Carlos Velasco dari Spanyol memasuki lapangan.
"Marcelo ketakutan dan memanggil dokter untuk segera datang, namun para dokter tak bisa langsung ke lapangan karena kebingungan. Kejutan luar biasa, gambar Neymar ditandu keluar menuju helikopter, dalam segala kesulitan yang ada, (Neymar) menangis," ucap Scolari.
Luiz Runco, dokter tim Brasil, menambahkan, panggilan Marcelo untuk tim medis disebabkan kepanikan setelah pelanggaran keras terhadap Neymar.
"Kami kehilangan satu pemain yang kami tak ingin dirinya absen pada semifinal dan final," tandas Scolari soal kehilangan Neymar.
Dua menit sebelum waktu normal laga perempatfinal kontra Kolombia itu selesai, Neymar digotong keluar, dilarikan ke rumah sakit, dan tak berapa lama hasil pemindaian medis keluar. Pria berusia 22 tahun itu cedera retak tulang punggung ketiga dan harus absen dalam sisa laga Selecao di PD 2014.
Setelah itu, Neymar sudah bisa berjalan beberapa langkah, namun dokter Rodrigo Lasmar menegaskan bintang Barcelona itu harus menjauh dari lapangan hijau 4-6 pekan pekan untuk memulihkan diri.
FIFA tengah menginvestigasi tekel Zuniga dan pemain Kolombia itu bisa menghadapi sanksi. Zuniga telah meminta maaf, namun dia berkeras tak punya niat sedikit pun mencederai Neymar.