3 Veteran Baru Serie A
Masalah keuangan menjadi titik lemah klub-klub Italia untuk bersaing pada bursa transfer sepakbola Eropa. Meskipun mereka memiliki memiliki sejarah dan nama besar, saat ini uang berlimpah dari klub-klub kaya di Inggris, Spanyol, dan Jerman lebih banyak berbicara.
Italia memiliki klub bersejarah seperti AC Milan, Juventus, dan Internazionale Milan, serta ada juga klub besar seperti AS Roma dan Napoli. Tapi mereka sulit untuk mendatangkan pemain bintang ke Serie A Italia.
Saat ini klub-klub Italia lebih banyak mendatangkan pemain muda potensial, yang kemudian direbut oleh klub-klub kaya dari luar Italia ketika mereka sudah matang. Dan mereka hanya bisa membeli pemain-pemain bintang kawakan yang sudah menjelang masa pensiun.
Berikut tiga pemain bintang veteran yang baru datang ke Italia:
1. Patrice Evra (Juventus)
Italia bukan negara baru bagi Patrice Evra. Bek 33 tahun asal Prancis itu mengawali karier profesionalnya saat bergabung dengan Marsala di divisi Serie C1 pada 1998. Satu tahun kemudian Evra bergabung dengan Monza di divisi Serie B, namun dia hanya tampil dalam tiga pertandingan.
Kemudian Evra pulang kampung ke Prancis untuk bergabung dengan Nice pada 2000. Dua musim kemudian Evra merapat ke AS Monaco dan menghabiskan tiga setengah tahun sebelum dibeli Manchester United. Di MU Evra berada dalam puncak kariernya dengan membawa The Red Devils menjuarai lima gelar Premier League, lima Piala Community Shield, tiga Piala Liga, satu Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub.
Setelah sembilan musim di MU, Evra bergabung ke Juventus dengan transfer 1,2 juta pounds atau sekitar Rp23,7 miliar (kurs Rp19.800), dan tambahan 1,5 juta pounds atau sekitar Rp29,6 miliar jika lolos ke Liga Champions musim 2015-2016. Meskipun sudah tua Juventus berharap pengalaman Evra bisa membawa mereka untuk bersaing di Liga Champions musim ini.
2. Ashley Cole (AS Roma)
AS Roma mendatangkan Ashley Cole dari Chelsea dengan status bebas transfer alias gratis. Hal itu karena The Blues tidak lagi membutuhkan tenaga Cole yang telah berusia 33 tahun. Chelsea tidak memperpanjang kontrak Cole yang habis pada akhir Juni 2014. Bahkan musim lalu Cole hanya mencatat 17 pertandingan Premier League.
Meski begitu nama besar Cole masih diminati Roma. Klub ibu kota Italia itu akan bermain di Liga Champions pada musim ini, dan pengalaman Cole sangat dibutuhkan oleh Giallorossi. Cole pernah menjuarai Liga Champions bersama Chelsea pada 2011-2012 dan menjadi runner-up pada 2005-2006 bersama Arsenal.
Selain itu bersama Chelsea, Cole telah mencicipi satu gelar Premier League, empat Piala FA, satu Piala Liga, satu Piala Community Shield, dan satu Liga Europa. Lalu ada dua gelar Premier League, tiga Piala FA, dan dua Piala Community Shield bersama Arsenal.
3. Nemanja Vidic (Internazionale Milan)
Meskipun telah berusia 32 tahun, Nemanja Vidic masih tangguh dalam menghentikan pergerakan pemain lawan. Bek asal Serbia itu meninggalkan Manchester United sebagai kapten tim dan tampil 34 pertandingan di berbagai kompetisi musim lalu.
Vidic bergabung ke Internazionale Milan dengan harga cuma-cuma. Pasalnya manajemen MU memutuskan tidak memperpanjang kontrak Vidic yang habis Juni 2014. Selain Vidic, MU juga tidak memperpanjang kontrak bek kawakan lainnya Rio Ferdinand.
Inter berharap Vidic bisa menjadi pemimpin di skuad muda asuhan pelatih Walter Mazzarri. Bersama MU, Vidic telah mempersembahkan lima gelar Premier League, lima Piala Community Shield, tiga Piala Liga, satu Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub.