Dihukum UEFA, PSG Naik Banding
Pendukung Paris Saint-Germain melakukan aksi pelecehan terhadap suporter Chelsea. Pada pertandingan perempatfinal pertama yang dimainkan pada 2 April 2014, sekelompok pendukung Chelsea yang merupakan penyandang cacat duduk di antara pendukung tuan rumah, karena kurangnya fasilitas di tribun pendukung tim tamu. Tak pelak, mereka menjadi subyek pelecehan.
Atas ulah suporter ini, UEFA akhirnya menjatuhkan hukuman dengan menutup sebagian tribun stadion.
UEFA mengatakan telah memerintahkan penutupan sektor 104 dan 105 di Parc des Princes, kandang PSG. "Sanksi itu diterapkan untuk tindakan diskriminasi sebagian pendukung Paris Saint-Germain terhadap penggemar Chelsea yang merupakan penyandang cacat," kata UEFA.
Sanksi berlaku pada pertandingan kompetisi klub tingkat Eropa selanjutnya, di mana PSG bertindak sebagai tuan rumah.
Pada Mei 2104, Mike Penning, mantan Menteri Negara untuk Penyandang Cacat Inggris, meminta UEFA untuk mempertimbangkan mengeluarkan PSG dari Liga Champions musim ini.
Namun, PSG tampaknya tak menerima hukuman yang mereka nilai tak adil. "Paris Saint-Germain terkejut dengan keputusan yang tak adil ini dan sudah meminta UEFA mengirimkan alasan di belakang ini, ini sebuah awal dari pengajuan banding," demikian pernyataan PSG.