Modric Tolak Rayuan Mourinho
Keinginan besar Jose Mourinho untuk memindahkan Luca Modric dari Madrid ke Chelsea tidak terwujud dengan penolakan Modric. Kegagalan ini diakui sendiri oleh Mourinho.
“Saya menghubungi Modrid secara pribadi, tetapi dia tak ingin pindah ke Chelsea. Anda tahu saya sangat menghargai Luka Modric dan kualitasnya. Tetapi dia bertahan di Madrid,” ungkap Mourinho.
Penolakan Modric bisa jadi berdasarkan pengalaman bersama Mourinho selama di Madrid. Saat Mourinho melatih Madrid, Modric tidak menjadi pilihan utama di barisan tengah.
Sepeninggal Mourinho dan kedatangan Carlo Ancelotti, Modric jadi penggerak lini tengah Madrid. Ancelotti yang menjadi pelatih di Madrid memberi kepercayaan penuh kepada bekas pemain Tottenham Hotspur tersebut.
Di bawah Ancelotti, Modric tampil dalam 51 pertandingan dengan torehan 2 gol dan 10 assist. Prestasi puncak Modric saat menjadi pemain inti Madrifd menjuarai Piala Raja Spanyol dan trofi Liga Champions.
Berbeda dengan Modric, Didier Drogba mengaku selalu tak bisa menolak permintaan Mourinho. Dalam usia tidak muda lagi saat berusia 36 tahun, Drogba kembali ke Chelsea.
“Sungguh menakjubkan kembali, perasaan yang hebat. Itu adalah keputusan yang mudah untuk dibuat. Sangat sulit untuk mengatakan tidak kepada Mourinho dan Chelsea," kata Drogba.
Drogba mengakui Mourinho yang melambungkan namanya saat pindah ke Chelsea dengan meninggalkan Marseille pada 2004. Bersama Chelsea, berbagai prestasi domestik di Liga Inggris diraihnya hingga menguasai Eropa dengan trofi Liga Champions.
Puas bersama Chelsea, pemain Pantai Gading ini berpetualang ke China dengan gaji selangit. Tak lama di China, Drogba juga merasakan sepakbola Turki dengan memperkuat Galatasaray.
“Mourihno orang yang memberiku kesempatan bermain di Inggris. Kami memenangi banyak pertandingan. Dia tidak hanya memiliki hubungan bagus denganku, tapi juga dengan semua pemain. Ini cukup emosional,” ungkap Drogba.