x

Nathan Dyer Ingin Bela Three Lions

Kamis, 11 September 2014 18:06 WIB
Penulis: Riki Ilham Rafles | Editor: Yusuf Abdillah

Penampilan impresif gelandang sayap kelahiran Trowbridge, Nathan Dyer dalam tiga laga yang telah dilakoni Swansea City patut diacungi jempol. Ia berhasil melakukan penetrasi dan juga menjaga keseimbangan bertahan saat meladeni Manchester United. Saat itu Swansea berhasil mengalahkan pasukan Louis van Gaal dengan skor 2-1.

Selang sepekan kemudian, Dyer mencetak satu gol penting bagi The Swans saat mengalahkan Burnley 1-0. Minggu berikutnya, suporter The Swans yang memadati Liberty Stadium kembali dibuat bergemuruh dengan dua gol yang diciptakan Dyer saat mengalahkan Wes Bromwich Albion dengan skor meyakinkan 3-0.

Dyer merupakan jebolan dari akademi Southampton yang memang terkenal sebagai penghasil pemain berbakat dari Inggris. Theo Walcott, Alex Oxlade-Chamberlain, dan Dyer merupakan tiga pemain dengan tipe yang sama. Berposisi sebagai gelandang sayap dengan kecepatan dan dribel yang mumpuni.

Sebelum resmi bergabung dengan Swansea pada 2009, Dyer sempat beberapa kali pindah dari satu klub ke klub lain dengan status sebagai pemain pinjaman. Burnley dan Shefield Wednesday pernah menjadi persinggahan Dyer sebelum berhasil menembus skuad inti Southampton. 

Kemudian Dyer kembali dipinjamkan ke Swansea saat jeda transfer musim dingin. Selama masa peminjaman tersebut, ia berhasil tampil gemilang dalam tujuh belas pertandingan dan mencetak dua gol. Penampilannya tersebut membuat Roberto Martinez pelatih Swansea kala itu mengikatnya dengan status permanen dengan membayar empat ratus ribu euro kepada Southampton.

Dyer dilahirkan dalam keluarga olahragawan. Ayahnya adalah seorang atlet kriket, sedangkan sang ibu adalah pelari tangguh yang pernah mencatatkan rekor lari sejauh 100 meter hanya dalam waktu 11,6 detik. Nampaknya bakat sang ibu yang turun ke Dyer sehingga bisa menjadi gelandang sayap dengan kecepatan yang mumpuni.

Pada tahun 2012, Federasi Sepakbola Jamaika (JFF) mencoba memanggil Dyer untuk memperkuat tim nasional Jamaika untuk kualifikasi Piala Dunia. Namun, pemain yang memiliki darah Jamaika ini menolaknya. Ia ingin bermain untuk tim nasional Inggris, negara dimana ia dilahirkan.

Dyer sendiri berharap jika penampilan impresifnya pada laga-laga awal Liga Inggris musim 2014/2015 ini bisa membuat pelatih timnas Inggris, Roy Hodgson memanggilnya untuk membela St. George Cross.

“Jelas itu akan menjadi suatu kehormatan bisa bermain untuk Inggris dan setiap pemain akan senang bermain untuk negara mereka,” ujar Dyer saat berbicara kepada Sky Sports .

“Saya salah satu dari mereka (Inggris) tapi saya tahu harus mengatakan apa yang akan terjadi dan yang bisa saya lakukan adalah terus bermain dengan baik dan terus meningkatkan permainan untuk Swansea,” lanjut Dyer.

Optimisme Dyer untuk bisa mendapat kepercayaan Hodgson bukanlah hal yang mustahil. Jika ia mampu untuk terus tampil meyakinkan dalam setiap pertandingan yang dijalani Swansea, niscaya Hodgson akan memanggilnya. 

Premier LeagueSwansea CityRoy HodgsonNathan Dyer

Berita Terkini