Mantan Diplomat Tantang Blatter di Pemilu Presiden FIFA
Pria yang mengawali karir sebagai Diplomat Prancis ini ingin mengakhiri era Sepp Blatter yang berkuasa selama 16 tahun. Champagne pernah bergabung dengan FIFA tahun 1998 dan mengundurkan diri tahun 2010.
"Saya telah menulis surat kepada panitia pemilihan dan menyatakan kesanggupan saya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA," ujar Champagne seperti dilansir Eurosport.
Saat masih bertugas di FIFA, Champagne pernah menduduki posisi Sport-Political Issue. Bagian ini mengurus masalah penggunaan olahraga sebagai sarana untuk memengaruhi hubungan diplomatik, sosial, dan politik.
Setelah mengundurkan diri dari FIFA, Pria berusia 56 tahun ini tercatat pernah beberapa kali menjadi konsultan asosiasi sepakbola di beberapa negara, antara lain Palestina dan Cyprus.
Champagne merasa terpanggil untuk membuat FIFA lebih demokratis, inklusif dan mau menerima masukan semua anggotanya. Untuk mendukung misi tersebut, dia juga mendorong agar diadakan debat publik antar kandidat sebelum waktu pemilihan.
"Pemilihan 2015 tidak boleh hanya ditentukan kepentingan kelompok. Visi dan agenda tiap kandidat untuk tahun berikutnya harus dikedepankan," lanjutnya.
Pria yang pernah turut andil memenangkan Blatter dalam pemilihan Presiden FIFA tahun 2002 ini menambahkan perubahan besar harus menjadi agenda utama agar pencapaian FIFA bisa lebih baik lagi.
"Sepuluh tahun ke depan akan sangat penting untuk sepakbola, terutama untuk FIFA yang kini berada di persimpangan jalan dan membutuhkan perubahan besar agar pencapaian yang dihasilkan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya," tandasnya