Frustasi Jadi Pelatih, Van Basten Minta Turun Jabatan
Marco van Basten telah mengajukan cuti sakit sejak 28 Agustus 2014 silam, namun belakangan ia justru memutuskan untuk tak lagi menjabat sebagai kepala pelatih, dan mengalihkan tugasnya kepada asistennya Alex Pastoor.
"Stress yang saya derita jauh lebih besar dari yang saya bayangkan. Saya berusaha keras untuk pemulihannya, dan mematuhi ketentuan perawatannya. Saya ingin terus (dengan pekerjaan saya) tapi (gangguan jantung) itu terus muncul,” jelas ia." kata Van Basten, seperti dikutip dari BBC.
Mantan penyerang Ajax dan AC Milan itu gantung sepatu tahun 1995, lalu menjadi pelatih tim cadangan Ajax sebelum menjadi pelatih nasional Belanda tahun 2004.
Van Basten membawa Belanda ke babak 16 besar Piala Dunia 2006 dan perempat final Euro 2008, sebelum kemudian melatih Ajax.
"Itu sebabnya saya meminta AZ Alkmaar untuk mengubah tugas saya dengan yang lebih cocok, sehingga saya bisa melanjutkan kerja di klub," tegas Van Basten.
Ia sempat melatih Heerenveen selama dua tahun sebelum menjadi pelatih AZ Alkmaar, namun pemain terbaik dunia 1992 itu menyatakan, jantungnya yang berdebar kencang tak teratur akibat stress membuatnya memutuskan untuk mundur.
"Debar jantung saya tak teratur itu terjadi beberapa kali selama beberapa tahun terakhir. Awalnya saya pikir saya akan bisa mengatasinya, dan semuanya akan berlangsung baik," tutup ia.