Pembuktian Sang Pangeran Roma
Totti adalah contoh kesetiaan seorang pemain kepada klub yang dibela. Bergabung bersama Roma sebagai pemain junior pada 1989, dia berhasil menembus skuad senior pada Januari 1993. Hingga kini dia telah bermain sebanyak 670 kali dan mencetak 277 gol untuk klub Ibukota Italia tersebut.
Di musim lalu, Sang Pangeran menjadi senior sekaligus kapten bagi pasukan muda Roma di bawah besutan Allenatore Rudi Garcia. Mereka berhasil melakukan pencapaian yang baik, yakni finish pada posisi kedua Serie A di bawah Juventus.
Berkat pencapaian di Serie A musim lalu, Kini I Giallorossi berhak tampil di Liga Champions. Mereka belum terkalahkan dalam dua laga di fase Grup E. CSKA dan Manchester City sudah merasakan bagaimana militansi Francesco Totti dkk ketika sedang berlaga.
Kini, menjelang masa pensiun, Totti coba membangun mental para juniornya. Sebagai kapten, dia telah melakukan hal yang tepat. Muncul sebagai panglima perang yang selalu diselimuti optimisme.
Sebelum laga melawan City, Totti dengan keyakinan penuh berseloroh jika dia dan penggawa Roma lainnya menargetkan treble winners di musim ini.
"Kami ingin melakukan dengan baik di Eropa dan kami akan melakukan yang terbaik. Tujuan kami? Scudetto, Liga Champions dan juga Coppa Italia," ujar dia saat berbicara kepada BeinSport.
Setidaknya ada keinginan dalam diri dia untuk memiliki kenangan manis saat menutup karier sebagai legenda Roma. Sebuah gelar juara yang dapat disandingkan dengan gelar scudetto Serie A yang berhasil diraih pada musim 2000/2001.
Saat itu, bersama dengan Gabriel Batistuta, Marcos Cafu dan Hidetoshi Nakata, pria kelahiran 27 September 1976 berhasil memecah dominasi AC Milan dan Juventus dalam perebutan gelar scudetto. Mereka sukses membuat para penggemar menuntaskan penantian selama 18 tahun sejak klub idola mereka terakhir kali meraih gelar scudetto.