Menakar Kekuatan Australia Muda
Australia dan Indonesia dipastikan akan saling berburu kemenangan. Australia sendiri sebelumnya tertahan imbang 1-1 oleh Uni Emirat Arab di laga perdana, sedangkan Indonesia gagal di laga pertama saat kalah 1-3 melawan Uzbekistan. Kemenangan menjadi mutlak bagi kedua tim agar dapat lolos dari fase Grup B.
Kedalaman skuad Indra Sjafri bakal diuji. Sebab, Australia diisi oleh sejumlah pemain yang merumput di Eropa.
Di lini depan, Australia punya pemain Stoke City, Peter Skapetis. Pemain berusia 19 tahun ini sebelumnya juga sempat membela QPR sebelum diboyong Stoke City. Dari 4 kali tampil bersama Australia U-19, Skapetis sudah mencetak 6 gol.
Di lini tengah, Socceroos Muda memiliki gelandang yang bermain untuk Lazio, Christopher Ikonomidis.
Sedangkan di lini belakang Australia memiliki Cameron Burgess saat ini resmi membela klub sepakbola Inggris Fulham.
Kedua tim pernah bertemu dua kali dengan sekali berakhir seri dan terakhir kalah tahun 2011 dan Indonesia kalah telak 1-4.
Indonesia U-19 juga sudah melakukan evaluasi dan berbenah dalam menghadapi laga kontra Australia. Bahkan pelatih Garuda Jaya sudah mempersiapkan sejumlah strategi dan beberapa antisipasi serangan Austalia di dalam latihan latihannya.
Kemungkinan Ravi Murdianto yang absen pada pertandingan perdana, menurut dokter tim sudah siap diturunkan pada pertandingan ini. Begitu pula dengan Hargianto yang mengalami cedera pada pertandingan melawan Uzbekistan.
Rasa optimistis yang dapat menjadi pegangan adalah Australia pernah pernah keteteran saat melawan Uni Emirat Arab, bahkan pernah kalah. Sementara timnas U-19 pernah menang atas Uni Emirat Arab.
HEAD TO HEAD
11/06/11 Indonesia U-19 1-4 Australia U-19 (AFC U-19)
11/14/09 Australia U-19 0-0 Indonesia U-19 (AFC U-19)
11/06/07 Australia U-19 2-0 Indonesia U-19 (AFC U-19)