x

Adu Pukul, Ruben dan Dendi Minta Maaf

Rabu, 22 Oktober 2014 12:05 WIB
Editor: Daniel Sasongko

Ambisi Arema Cronus membawa pulang poin dari Stadion Mandala, Jayapura musnah, setelah legiun asing Persipura Jayapura, Robertino Pugliara, mencetak gol penentu kemenangan 2-1 timnya atas Singo Edan, Selasa (21/10/14). 

Dalam laga itu, sempat terjadi insiden baku pukul antara Ruben Sanadi (Persipura) dan Dendi Santoso (Arema). Kejadian berawal dari kaki Ruben yang menghalangi kaki kanan Dendi saat melepaskan tendangan. 

Selain ditonton ribuan penonton di Stadion Mandala, adu pukul kedua pemain pada menit ke-82 itu disaksikan jutaan pasang mata pemirsa Indonesia, karena disiarkan langsung oleh sebuah stasiun televisi swasta.

Letupan emosi juga berlangsung di sekitar gawang Arema, setelah kapten Singo Edan, Kurnia Meiga, bermaksud melerai kedua pemain itu dn mendinginkan situasi. Namun, niat Kurnia dihalangi oknum pantia pertandingan dengan mencekik leher kiper Arema tersebut.

Sejumlah insiden anarkistis itu sempat membuat pertandingan dihentikan 15 menit oleh Wasit Najamudin Aspiran, setelah melihat penonton mulai melemparkan berbagai benda ke lapangan.

Pertandingan akhirnya dilanjutkan saat skor masih 1-1. Laga kemudian memasuki tambahan waktu hingga delapan menit dan akhirnya Persipura mendulang gol kemenangan 2-1 melalui Pugliara.

Setelah berlaga, Dendi Santoso memahami kesalahan yang dilakukannya hingga memicu insiden dengan Ruben Sanadi. Dia menyatakan penyesalan di depan seluruh rekan-rekan, tim
pelatih, dan manajemen Arema. "Saya minta maaf bila tindakan saya tadi merugikan tim," ungkap Dendi.

Kejadian serupa juga dilakukan Ruben Sanadi. "Yang sudah berlalu, ya biarlah berlalu, saya meminta maaf pada tim dan khususnya untuk Arema," ucap pemain tim Mutiara Hitam tersebut.

Insiden itu tentu mencoreng sepakbola Indonesia, karena terjadi di luar kendali emosi. "Semoga setelah kejadian tadi, hubungan baik saya dengan beberapa pemain Arema tidak terpengaruh," tutur Ruben kemudian.

Dia pun siap menerima hukuman Komisi Disipin (Komdis) PSSI memberikan tambahan hukuman. "Saya pasrahkan ke Komdis," tandas Ruben.

Di kubu Arema, Pelatih Suharno berharap anak didiknya bisa lebih tenang dan sabar ketika mendapatkan tekanan tim lawan. "Semoga di pertandingan berikutnya, anak-anak bisa sabar dan tenang, tidak terpancing lawan," tandas pria asal Klaten, Jawa Tengah tersebut.

ISLArema CronusPersipura Jayapura8 Besar ISLDendi SantosoRuben Sanadi

Berita Terkini