8 Tim ISL Jalani Tes Doping
Kepala Bidang Pencegahan dan Penyelidikan Doping, Heru Purwanto mengatakan tes doping itu merupakan sebuah ketentuan yang diberikan PT Liga Indonesia (LI) sebagai operator LSI.
"Saya berusaha melakukan tugas dari PT Liga, dimana putaran delapan besar kita melakukan tes doping. Selain di Bandung, kita mengirim tim ke Persipura Jayapura maupun Lamongan, Jawa Timur. Jadilah seluruh tim yang lolos 8 Besar, melakukan tes doping," ujar Heru Purwanto.
Namun Heru enggan siapa saja pemain yang terpilih menjalani tes doping ini, "kalau itu kita rahasia, kita tidak bisa ekspose karena itu hak private mereka," tegasnya.
Dalam prosesnya, pihaknya hanya akan mengambil sample kepada tiga pemain sebagai wakil timnya yang terpilih secara random atau acak. Setelah itu sample akan langsung dikirim ke laboratorium di Bangkok, Thailand.
"Untuk tes sekarang ini kita melakukannya dengan cara random. Sample ini sistemnya ada tiga, random, target dan positioning. Untuk yang positioning, digunakan pas final dan juara. Semua atlet yang juara akan di tahap positioning," tuturnya.
Sementara untuk hasil sampling tes doping, kata dia akan segera diketahui lima hingga 10 hari kedepan.
"Kita belum dapat langsung mengetahui hasilnya hari ini juga. Hasilnya baru akan didapat setelah lima sampai sepuluh hari. Tes ini juga di laporkan PSSI ke AFC. Jadi siapapun yang telah kita ambil samplenya, kita langsung laporkan seketika itu juga sebagai bukti kalau kita telah melakukan tes," jelasnya.
Jika pada hasil pemeriksaan ditemukan positif, maka pemain tersebut dipastikan akan mendapatkan sanksi dengan tidak diperbolehkan membela tim selama dua tahun.
"Nah kalau atlet yang ketahuan memakai zat-zat yang tidak diperbolehkan, maka akan di sanksi dua tahun. Kasus terakhir menimpa perenang Indonesia di Korea, pada saat 2013 bulan Juli, dimana dua perenang Indonesia dapat sanksi dua tahun, sehingga tidak bisa turun di Asian Games kemarin. kita tak ingin terulang di sepak bola makanya dari sekarang kita sudah antisipasi," tegasnya.