Fokus Semifinal, PSS Lupakan Laga PSIS
Di Grup N, PSS dan PSIS sudah dipastikan meraih tiket ke empat besar Divisi Utama 2014. Walhasil pertemuan kedua tim pada pertandingan terakhir Babak 8 Besar Divisi Utama menjadi sekadar formalitas belaka.
Duel terakhir di Stadion Sasana Krida di Komplek Akademi Angkatan Udara (AAU), Sleman, Yogyakarta, Minggu (26/10/14), hanya menentukan juara grup bagi PSS dan PSIS. Kedua tim sama-sama mengantungi poin 11 sehingga sudah tidak bisa dikejar oleh PSGC Ciamis dan Persiwa Wamena.
Laga itu sendiri dipindahkan ke komplek AAU karena PSS tidak mendapat izin dari kepolisian. Ini buntut dari tindak kriminal yang dilakukan salah satu suporter PSS, Brigata Curva Sud (BCS) terhadap suporter PSCS Cilacap yang melewati wilayah Sleman.
Selain itu, PSS terkena imbas kerusuhan suporter di Solo, saat pertandingan Persis Solo melawan Martapura FC, Rabu (02/10/14). Kerusuhan itu juga berujung meninggalnya seorang suporter Persis.
Karena laga sudah tak menentukan PSS memilih fokus pada semifinal. Namun lawan PSS di babak semifinal nanti belum diketahui karena di Grup P, empat tim yang bertarung masih memiliki peluang untuk lolos.
"Kami menghadapi laga yang sebenarnya di semifinal. Laga tersebut yang bakal menentukan langkah PSS selanjutnya. Apakah kami bisa promosi ke Indonesia Super League (ISL) atau tidak," ujar pelatih PSS, Herry Kiswanto.
Fokus di empat besar, Herry bakal merotasi pemain. Sebagian pemain yang sudah mengantungi kartu kuning kemungkinan tidak diturunkan. Ada empat pemain pilar, kiper Herman Batak, Kristian Adelmund, Waluyo, Guy Junior, dan Saktiawan Sinaga yang memiliki dua kartu kuning. Mereka bisa jadi tak dimainkan Herry.
"Persoalannya tidak ada pemutihan kartu di semifinal. Bila mendapat kartu di laga terakhir babak 8 Besar ini, mereka bisa absen di semifinal. Padahal, mereka merupakan pemain inti," kata Herry.
Mantan kapten tim nasional pada pertengahan 1980-an ini memilih merotasi pemain. Dengan mempertahankan skema 4-2-3-1, dia ingin memberi kesempatan kepada pemain yang jarang dimainkan.
"Kami menggunakan skema itu karena sudah sesuai dengan karakter tim. Mereka bermain bagus baik di laga kandang maupun tandang dengan skema tersebut," tandasnya.