Polisi dan TNI Kawal Ketat Arema
Pengamanan dan evakuasi dilakukan terkait dengan aksi suporter tuan rumah Semen Padang yang masih bertahan di stadion sebab dengan skor imbang 2-2, Semen Padang FC gagal ke semifinal kompetisi Indonesia Super League (ISL).
Pengamanan dilakukan aparat karena sebelumnya terjadi kerusuhan di stadion sehingga aparat membubarkan penonton di tribun selatan yang menyalakan kembang api dan melempar-lemparkan botol minumam ke lapangan. Suporter tuan rumah tidak puas dengan kinerja wasit.
Dengan pengamanan yang ketat, tim Arema Cronus berhasil kembali ke hotel tanpa mendapat gangguan dari suporter. Dengan hasil imbang, Semen Padang yang dilatih Jafri Sastra gagal raih tiket ke babak selanjutnya karena di pertandingan lain Persipura meraih kemenangan atas Persela Lamongan dengan dengan skor 4-1.
Dengan hasil tersebut, Semen Padang hanya mampu mengumpulkan sembilan poin. Sementara itu Persipura dan Arema sama-sama lolos ke babak semifinal dengan mengantongi 12 dan 11 poin.
Manajer Tim Semen Padang, Asdian usai pertandingan menilai wasit Ikshan Novari tidak pantas memimpin pertandingan tersebut karena banyak keputusannya yang tidak adil. "Kita lihat sendiri, wasit sangat tidak adil dalam memberikan keputusan," kata Asdian.
Ia menilai, seharusnya pelanggaran yang dilakukan Kurnia Meiga pada menit kedua terhadap Osas Saha harus diganjar dengan kartu merah, karena sangat keras dan dilakukan di luar kotak penalti.