x

Menanti Ujung Aksi Bobotoh di Palembang

Jumat, 7 November 2014 08:49 WIB
Editor: Jhon Purba

Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, akan menjadi saksi juara sepakbola Indonesia yang mempertemukan Persib Bandung dengan Persipura Jayapura. Kehadiran ribuan bobotoh tak pelak menghadirkan kekhawatiran.

Selain positif, aksi bobotoh kerap negatif. Saat masih bermarkas di Stadion Siliwangi, Bandung, dukungan bobotoh kerap berujung kerusuhan.

Saat menjamu lawan, khususnya Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, pendukung tidak dapat menerima hasil imbang yang diterima Persib, apalagi sampai kalah. Sering terjadi, oknum bobotoh merusak fasilitas umum hingga merusak rumah warga sekitar.

Yang tidak dapat diterima logika, kendaraan warga yang bernomor polisi B (wilayah Jakarta) menjadi sasaran kemarahan bobotoh. Dalam beberapa kasus, kendaraan berpelat B rusak hingga dibakar. Kadang ada pula warga yang di dalam mobil mengalami kekerasan fisik.

Ribuan bobotoh memastikan diri akan hadir di Palembang sebagai dukungan kepada Persib. Dukungan dan sokongan demi mewujudkan ambisi Persib yang terakhir kali menjadi juara 19 tahun lalu.

Persib dicatat sebagai klub terakhir yang menjadi juara sepakbola tertinggi Indonesia saat bernama Kompetisi Perserikatan pada tahun 1994. Setahun kemudian, kedigdayaan Persib berlanjut saat menjuarai sepakbola Indonesia berformat semiprofesional, Liga Indonesia edisi pertama.

Itu prestasi terbaik terakhir Maung Bandung di sepakbola nasional. Tahun ini Persib punya peluang mengulang kejayaan 19 tahun lalu. Kesempatan ini dimaksimalkan pendukung dengan menyerbu Palembang dari berbagai akses.


1. Ke Palembang Lewat Darat dan Udara

Walikota Bandung Ridwan Kamil tak memakai baju di tengah-tengah bobotoh saat semifinal Persib versus Arema di Palembang.

Hingga Kamis malam, ribuan pendukung Persib meninggalkan Bandung, Jawa Barat, menuju Palembang, Sumatera Selatan. Mereka mencapai Pulau Sumatera dengan beragam akses, seperti jalur darat dan udara.

Pejabat dari Pemerintah Kota Bandung dikabarkan ke Palembang dengan mencarter pesawat TNI-AU. Rombongan dipimpin langsung Walikota Bandung Ridwan Kamil. Ridwan Kamil disorot publik saat tak memakai baju atau bertelanjang dada menyaksikan semifinal Persib menekuk Arema.

Koordinator umum Panpel Persib Budi Bram Rachman memperkirakan sekitar 6.000 bobotoh akan hadir di Stadion Jakabaring.

“Ada 50 bus pariwisata sudah berangkat. Kemudian ada yang mengunakan kereta api dan pesawat. Total semua 6.000 Bobotoh menunju Palembang,” kata Budi Bram yang meminta bobotoh ditempatkan khusus di tribun timur karena berkapasitas 8 ribuan kepala.

“Minimal sampai 6.000 orang yang bakal datang," ujar Yana Umar, salah satu pentolan pendukung Persib. Jumlah tersebut termasuk bobotoh yang sudah menyaksikan semifinal Persib versus Arema Cronus, Selasa lalu.

Eric Prabowo, anggota Viking (salah satu komponen pendukung Persib), mengaku akan kembali ke Palembang. Usai menyaksikan semifinal, Eric sempat kembali ke Bandung untuk melanjutkan rutinitas pekerjaan.

Jumat subuh, Eric kembali ke Palembang lewat jalur penerbangan. Berangkat dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Eric membayar Rp1 juta untuk tiket pergi-pulang. Eric memastikan banyak bobotoh yang terbang seperti dirinya dan meyakini ada bobotoh dari Bali dan Kalimantan yang menyempatkan diri ke Palembang untuk menyaksikan Maung Bandung.


2. 1.300 Personel Keamanan Diturunkan

Persib Bandung menjalani latihan di Palembang.

Kedatangan ribuan pendukung Persib ke Palembang disikapi dengan bijak aparat kepolisian dengan memperketat keamanan dari 300 menjadi 1.500 personel.

Hal ini berdasarkan evaluasi dan keputusan bersama oleh panitia pelaksana, PT Liga Indonesia dan Kapolresta Palembang Sabarudin Ginting.

“Pola pengamanan dilakukan pada empat sektor. Di dalam stadion, tribun penonton dan suporter, pengamanan panitia, pemain dan ruas jalan,” kata Sabarudin.

Selain saat pertandingan, Sabarudin memastikan pengamanan juga akan dilakukan pada saat suporter tiba di Palembang sekitar Jumat pagi hingga siang.

Kabagops Polresta Palembang Tulus Sinaga menjelaskan pola pengamanan laga final Persib versus Persipura hampir sama seperti semifinal. Hanya saja adanya penebalan anggota di setiap lini.

“Pola pengamanan terbuka dan tertutup sama seperti semifinal. Tapi khusus partai final ini, pengamanan lebih dipertebal,” jelas Tulus sambil memastikan permintaan agar bobotoh ditempat khusus di tribun trimur sudah dipenuhi.


3. Persipura Tak Gentar Ditekan Bobotoh

Persipura Jayapura memaksimalkan diri dengan berlatih keras menjelang final Liga Super.

Persipura menyadari dukungan luar biasa bobotoh Persib. Meski tak punya pendukung sebanyak Persib, Persipura tidak gentar bermain di Jakabaring.

“Kami tahu bobotoh akan banyak datang ke stadion. Mereka boleh menganggapnya sebagai pemain ke-12. Tapi kami punya cara untuk membuat mereka terdiam. Kami akan membuat mereka terdiam dengan permainan menekan Persib. Kalau klubnya ditekan terus, mereka pasti diam,” kata Chris Yarangga.

Chris yang menjabat sebagai asisten pelatih di Persipura mengaku sudah menyiapkan mental yang kuat kepada pasukannya. Meski sedikit, Persipura dikabarkan akan mendapat sokongan dari 350-an Persipuramania, julukan pendukung Persipura, di stadion.

“Jangan lupakan pula para pendukung kami di Papua yang menonton lewat televisi. Mereka memang jauh, tapi ada menyatu di hati kami,” tandas Chris.

ISLPersib BandungPersipura Jayapura

Berita Terkini