Persebaya Stop Nego dengan Dejan
Guna memboyong Dejan, Persebaya mengaku siap memenuhi segala permintaan pelatih asal Serbia tersebut. Informasinya, Dejan ingin mendapat sejumlah fasilitas, seperti apartemen maupun mobil pribadi. Dejan yang mengawali karier pelatih di Hong Kong Kitchee SC itu meminta satu paket dengan Noah Mariem untuk asisten pelatih.
Direktur Olahraga Persebaya Dhimam Abror Djuraid menjelaskan negosiasi dengan Dejan baru dilakukan lewat seluler melalui tim yang dibentuk manajemen. Pihaknya sempat meminta Dejan yang tengah di Hong Kong untuk segera ke Surabaya. Saat itu Dejan meminta sejumlah fasilitas.
“Manajemen sudah siap memenuhi segala permintaan pribadi Dejan. Tapi dia malah terlihat menjauh dari Persebaya dengan mengingkari janji bakal datang ke Surabaya pekan ini,” ungkap Abror.
Kabarnya Dejan mematok banderol sangat tinggi, yakni Rp1,5 miliar untuk semusim kontrak. Merasa terlalu mahal, Persebaya menawar menjadi Rp1,2 miliar. Informasi lain menyebutkan Dejan mendapat perpanjangan kontrak dari Pelita Bandung Raya (PBR) dengan harga Rp1,6 miliar.
Abror mengatakan pihaknya sempat mencoba menghubungi manajemen The Boys Are Back PBR terkait kabar perpanjangan kontrak Dejan. Namun belum ada manajemen PBR yang merespons.
“Sebelumnya saat kami hubungi Dejan, katanya memang belum (teken kontrak dengan PBR). Di situlah kami masuk dan sudah siap dengan apapun yang akan dia minta. Tapi, nada bicaranya saat terakhir kali dihubungi tidak seperti pembicaraan awal,” sesal Abror.
Perubahan sikap Dejan membuat Bajul Ijo Persebaya mulai mempertimbangkan sejumlah nama lain. Di antaranya Peter Butler asal Inggris yang kini menangani Timnas Botswana. Ada pula nama Jacksen Tiago dan yang terbaru adalah munculnya Subangkit.