Ditahan Imbang, Mourinho Sindir Sunderland
Sebagai penguasa sementara Premier League musim 2014-15, Chelsea seharusnya tak kesulitan untuk membobol gawang Sunderland, yang saat ini masih berada di papan tengah.
Namun jangankan membombardir gawang Sunderland, Cesc Fabregas dan kawan-kawan pun ternyata tak sanggup untuk membongkar barisan tengah The Black Cats, yang menumpuk 5 gelandang sekaligus dengan formasi 4-5-1.
Skema tersebut membuat penguasaan bola tidak berbanding terlalu jauh, dimana Sunderland 42%, Chelsea 58%.
Dengan tim terhebatnya dan formasi 4-2-3-1, alur serangan Chelsea ternyata bisa dibaca oleh Sunderland. Hal itu tampaknya membuat Diego Costa putus asa sehingga bereaksi kasar terhadap Wes Brown. Costa pun diganjar kartu kuning pada menit ke-55.
Kemudian Costa berbuat kasar lagi, kali ini terhadap kapten Sunderland, John O'Shea. Untungnya insiden itu luput dari pantauan wasit. Tak mau mendapatkan risiko kartu kuning kedua, Mourinho pun mengganti Costa dengan Loic Remy pada menit ke-76. Tapi penyerangan Chelsea malah terlihat makin tumpul sehingga skor 0-0 bertahan hingga akhir pertandingan.
“Itu pertandingan yang sulit. Hanya ada satu tim yang ingin menang, yang satunya tidak. Mereka bertahan terus dan pertahanan mereka bagus. Itu strategi yang sukses bagi mereka,” sindir Mou kepada Sunderland, sesuai yang dimuat oleh Mirror.
“Saya tidak melihat itu. Tapi wasit sangat dekat. Jika saya melihat insiden itu di televisi, maka mungkin saya punya opini yang berbeda,” komentarnya mengenai aksi kasar Costa terhadap O'Shea.
“Pemain saya bertahan untuk hidup mereka sehingga lawan kesulitan mencetak gol. Kami paham ini akan jadi pertandingan yang berat. Kami mencoba untuk kompak dan saya sangat senang dengan performa kami,” puji manajer Sunderland, Gustavo Poyet, kepada timnya.
Chelsea masih kokoh di puncak klasemen sementara Premier League dengan 33 poin. Sedangkan Sunderland saat ini menjadi tim yang paling banyak meraih hasil imbang tanpa gol di Premier League musim ini.