Messi Dilempar Hingga Sevilla Diskon Tiket
Berita paling mengejutkan adalah kematian seorang pendukung menjelang pertandingan Atletico Madrid versus Deportivo la Coruna. Seorang tewas diduga dampak dari kerusuhan antarpendukung di Stadion Vicente Calderon, markas Atletico.
Kisah berikutnya yang menarik adalah dampak pelemparan yang mengenai Lionel Messi. Messi sempat meringis kesakitan di lapangan usai terkena lemparan botol plastik saat Barcelona bertandang ke maskas Valencia.
Cerita yang sayang untuk dilewatkan, yaitu keputusan manajemen Sevilla untuk memotong harga tiket. Tiket yang dikenai pemotongan harga adalah tiket Sevilla untuk ajang Piala Raya Spanyol (Copa del Rey).
1. Hukuman Seumur Hidup
Kasus pelemparan yang mengenai Lionel Messi berbuntut panjang. Manajemen Valencia berjanji akan melarang pelaku pelemparan dengan hukuman seumur hidup tidak boleh masuk Stadion Mestalla, markas Sevilla.
Messi sempat meringis kesakitan setelah terkena lemparan botol plastik saat merayakan gol Barcelona ke gawang Sevilla dalam lanjutan La Liga Spanyol, Minggu (30/11/14) waktu setempat.
Saat bergembira bersama rekan setim, sebuah botol melayang dari arah penonton menuju dan mengenai kepala Messi. Manajemen Sevilla bersikap tegas menyikapi kejadian tersebut.
“Valencia menyesali dan mengutuk insiden yang terisolasi dalam pertandingan melawan Barcelona, di mana botol air berukuran kecil yang tidak ditutup dilemparkan dari tribun penonton terhadap Lionel Messi,” demikian pernyataan Valencia.
“Klub akan berusaha keras menemukan orang yang melemparkan botol dan mereka akan dilarang memasuki Mestalla untuk seumur hidup. Valencia menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap tindakan-tindakan seperti itu dan melaksanakan dengan ketat prosedur keamanan.”
2. Ultras Dilarang Masuk Stadion
Kematian seorang suporter menjelang duel Ateltico Madrid kontra Deportivo la Coruna terus bergulir. Kabar terbaru menyebutkan pemerintah Spanyol bersikap keras dengan melarang seluruh ultras atau suporter garis keras masuk di stadion di seluruh negeri.
“Kami akan mendata grup ultras dan melarang mereka masuk stadion untuk jangka waktu yang akan ditentukan. Ini cara serupa yang sudah diambil oleh beberapa klub dan tujuannya jelas. Kami ingin menghilangkan elemen radikal dari tempat sepakbola dimainkan dan sekitarnya. Tidak ada tempat buat mereka, baik di dalam maupun luar stadion,” kata Sekretaris Menteri Olahraga Spanyol Miguel Cardenal.
Seorang fans bernama Francisco Javier Romero Taboada menjadi korban tewas saat terjadi kerusuhan yang melibatkan pendukung Atletico dan la Coruna sebelum pertandingan di markas Atletico, Vicente Calderon.
Francisco Javier Romero Taboada diketahui meninggal di Sungai Manzanares, Vicente Calderon. Selain satu korban tewas, 11 orang mengalami cedera ringan dan seorang polisi wanita menderita retak tulang tangan. Selain itu, sekitar 20-an orang ditahan.
Pemerintah Spanyol terus bergerak dengan mendata berbagai elemen ultras, antara lain Riazor Blues (Deportivo), Frente Atletico, Bukaneros (Rayo Vallecano) dan Alkor Hooligan dari Alcorcon.
Tak mau disalah begitu saja, grup yang mewakili seluruh fans klub sepakbola Spanyol (FASFE) menuding kepolisian tidak melakukan tindakan pencegahan yang lebih baik.
3. Pemotongan Harga Tiket
Tak mau stadion kosong, Sevilla mengambil keputusan berani. Manajemen Sevilla memutuskan memootong harga tiket untuk kompetisi Copa del Rey atau Piala Raja Spanyol, 4 Desember 2014.
Manajemen memperkirakan Stadion Ramon Sanchez Pizjuan akan kosong saat Sevilla bertemu Sabadell di partai kedua Copa del Rey. Perkiraan tersebut sangat beralasan karena Sevilla dalam posisi sangat besar untuk melaju ke putaran selanjutnya setelah menang 6-0 di duel pertama.
Untuk tetap memancing penonton masuk stadion, Manajemen Sevilla menetapkan harga baru, yaitu penurunan hingga 5 Euro atau Rp76 ribu.
Dari sisi teknis, Pelatih Unay Emery mengungkap rencana merotasi pemain. Menyimpan pemain inti agar bisa merasakan istirahat dan memberi kesempatan kepada pemain pelapis tampil dan unjuk diri.