Klub Liga Super Wajib Lunasi Utang
Menurut Joko, pihaknya akan mengambil tindakan jika masih ada klub yang belum melunasi kewajibannya tersebut. Kemungkinan sanksi yang diberikan berupa larangan untuk mengikuti ISL musim depan.
"Yang tidak taat bakal diberi sanksi. Sebelumnya, sanksi tanpa pemain asing atau jumlah pemain terbatas. Saya mendapat sinyal kuat dari PSSI bahwa persoalan itu tidak ada toleransi. Kalau aset tidak mencukupi untuk membayar utang tidak bisa mengikuti kompetisi," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Jokdri itu menambahkan perihal pengeluaran, regulasi yang ditentukan oleh PT LI adalah setiap klub tidak boleh memiliki utang lebih dari aset yang dimiliki. Aset yang dimaksud adalah pembagian keuntungan dari penyelenggaraan kompetisi musim lalu.
Dana tersebut kemungkinan akan dibagikan kepada klub pada akhir Desember atau awal Januari. Dan setiap klub mayoritas mendapatkan uang sekitar Rp1 miliar.
"Aset klub, khusus ISL, salah satunya potensi revenue dari kompetisi. Asumsi yang didapat klub tahun depan, 2-3 miliar rupiah. Boleh main jika jumlah utangnya terukur. Kalau utang melampaui proyeksi kontribusi komersial tidak boleh," tambahnya.
"Mayoritas klub masih memiliki sekitar 1 miliar rupiah dari kontribusi komersial musim 2014. Nanti akan diberikan ketika rapat umum pemegang saham yang direncanakan digelar paling lambat 23 Desember atau awal Januari 2015," pungkasnya.