Arema Batal Rekrut Somen
"Pemain ini tidak lebih baik dari yang ada, dan dikembalikan ke manajemen keputusannya. Tim pelatih, menyimak catatan rekor dia, diputuskan pembatalan dengan Tchoyi pada hari Sabtu (12/12/14) malam," ungkap General Manajer Arema Cronus Ruddy Widodo.
Menurut Ruddy, pemain yang digadang-gadang menjadi pengganti Alberto 'Beto' Goncalvez di lini depan Arema Cronus, telah melalui serangkaian tes medis setelah diperkenalkan ke media pada 9 Desember lalu.
"Hari Rabu (10/12/14) malam medical check-up, Kamis atau Jumat, Sabtu fisik check-up, langsung ditangani dokter Nanang," sambungnya.
Sejumlah item tes medis yang harus dilalui Somen adalah tes darah, jantung, dan sejumlah fungsi organ vital lainnya.
"Ada beberapa detail yang tak bisa kami sebutkan, intinya kondisi rekam medisnya tak lebih baik dengan pemain yang sudah ada sekarang.
"Ada bagian yang bisa membuat cedera dan butuh recovery lama, dan bisa jadi akan kambuhan," sebutnya.
Bahkan, Ruddy menyebut, hasil medis Somen tergolong di bawah rata-rata pemain lokal yang dimiliki Arema saat ini. Sehingga, apabila dipaksakan mengontrak Somen maka Arema akan rugi jika harus mengontrak pemain 31 tahun itu.
"Pemeriksaan medis ini sifatnya wajib. Regulasi yang harus dijalankan, pemain baru bisa latihan setelah menjalankan medical check-up. Saat pendaftaran juga, dilampirkan jadi dasar medical check-up dan tes fisik," bebernya.
Ruddy menjelaskan, keputusan manajemen Arema untuk batal mengontrak Somen disepakati oleh agen Onana Julies Denis.
"Dengan agen sepakat, akhirnya memaklumi. Dia sudah pulang dan mendapat panggilan seleksi di Finlandia," ucap pengusaha travel ini.
Meski disatu sisi, Ruddy menuturkan, gagalnya Somen melewati tes medis, juga sudah membuat manajemen Singo Edan merugi.
"Rugi iya, finansial soal tiket saja dan akomodasi, tidak gampang cari pemain yang kualitas bagus, Persija saja butuh 4 bulan memutuskan untuk kontrak dua pemain dari Estonia," bebernya.
Kegagalan Somen berbaju Arema, memang menyisakan kekecewaan bagi tim pelatih Singo Edan. Pasalnya, pelatih Arema sudah terlanjur kepincut dengan track record dan penampilan Somen kala memperkuat Timnas Kamerun tahun 2011.
"Sebetulnya kita butuh dia, karena melihat latar belakangnya dia cukup bagus,
Menurut Suharno, tampilannya di Youtube bahkan terlihat sangat meyakinkan meskipun faktanya berlawanan dengan hasil tes medis.
"Tampilan YouTube dan CV-nya sangat meyakinkan," ujar pelatih asal Klaten Jawa Tengah ini.
Menurutnya, Somen pernah mengalami cedera di bagian kakinya. Padahal, kemampuan fisik pada kaki pemain merupakan modal penting pemain. "Ternyata tes medisnya seperti itu. Lututnya pernah cedera, kami pun tak mau ambil resiko," sambungnya.
Sehingga, dengan gagalnya Somen tes medis, tim pelatih pun tak mau memaksa manajemen untuk mengontrak pemain mantan pemain Augsburg tersebut.
"Tapi apa boleh buat dari hasil tes medis tidak memungkinkan kita tahan. Meski secara keseluruhan kita rugi, melihat sepak terjang dia cukup bagus hanya faktor kebugaran saja yang menjadi kendala. Lebih baik mengantisipasi lebih awal, daripada kita salah langkah.