Deretan Bocah Emas Eropa
The Golden Boy merupakan penghargaan yang diberikan oleh wartawan olahraga seluruh dunia untuk pemain sepakbola muda Eropa yang dianggap tampil mengesankan selama satu musim. Semua calon harus berusia di bawah 21 tahun.
Penghargaan ini diinisiasi oleh harian olahraga Italia Tuttosport 2003 silam. Koran tersebut kemudian menggandeng media lainnya seperti untuk pemungutan suara termasuk Bild (Jerman), Blick (Swiss) l'Equipe, France Football (Prancis), Marca, Mundo Deportivo (Spanyol), Ta Nea (Yunani).
Juga ada Sport Express (Rusia), De Telegraaf (Belanda), dan The Times (Inggris).
Setiap juri diperbolehkan untuk mencalonkan lima pemain, juri akan mengalokasikan 10 poin untuk pemain yang mereka anggap sebagai yang paling mengesankan, poin 7 untuk kedua, poin 5 untuk yang ketiga 5.
Berikut deretan peraih penghargaan The Golden Boy dari tahun ke tahun:
1. 2014: Raheem Sterling
Winger Liverpool Raheem Sterling memenangi gelar prestisius Golden Boy Award 2014. Penghargaan untuk pemain muda terbaik dunia di bawah usia 21 tahun ini direngkuh Sterling berkat performa memikat bersama The Reds musim 2013-14.
Pemuda berusia 20 tahun bersinar di bawah arahan Brendan Rodgers musim lalu. Sterling merupakan bagian penting dari sukses Liverpool finis sebagai runner-up di Liga Primer musim lalu. Performa impresif itu pula yang bikin pelatih timnas Inggris Roy Hodgson membawanya ke Piala Dunia 2014 di Brasil, Juni lalu.
2. 2013: Paul Pogba
Paul Pogba meraih penghargaan Golden Boy sebagai pemain muda paling menonjol tahun 2013. Pogba mengalahkan pemain lainnya seperti Mario Gotze (Bayern Muenchen) dan Isco (Real Madrid).
Awal musim bergabung dengan Juventus dari Manchester United, Pogba langsung mencetak sembilan gol. Dia juga telah meraih satu scudetto, satu piala Super Coppa Italia, juara Piala Dunia U-20 2013, pemain terbaik Piala Dunia U-20 2013.
3. 2012: Isco
Gelandang muda milik Real Madrid ini mendapat penghargaan The Golden Boy saat berseragam Malaga 2012 silam.
Isco menjadi pemain ke-10 yang meraih penghargaan itu dengan meraih 137 poin. Ia mampu menyisihkan 39 nama-nama lain seperti striker AC Milan Stephan El Shaarawy dan kiper Atletico Madrid Thibaut Courtois di posisi ketiga.
4. 2011: Mario Goetze
Gelandang muda milik Bayern Muenchen ini meraih The Golden Boy saat berseragam Borussia Dortmund. Ketika itu pemain timnas Jerman ini baru menginjak usia 19 tahun.
Namun pencetak gol kemenangan Jerman di final Piala Dunia Brasil ini, ketika itu sudah mengantongi 12 caps bersama timnas Jerman. Dia juga turut berjasa saat membawa Dortmund meraih gelar juara Bundesliga musim 2010.
5. 2010: Mario Balotelli
Mario Balotelli dinobatkan sebagai peraih Golden Boy Award 2010 saat berseragam Manchester City. Saat itu ia mengalahkan Jack Wilshere di tempat kedua serta David de Gea di posisi ketiga.
Namun setelah penghargaan itu, pemain bengal yang saat ini berseragam Liverpool mulai menurun karena ulahnya. Akibat ulah emosionalnya, dalam dua tahun di Manchester City, ia menerima empat kartu merah.
6. 2009: Alexandre Pato
Alexandre Pato memenangi penghargaan Golden Boy 2009 sebagai pemain terbaik berusia di bawah 21 tahun terbaik saat berseragam AC Milan. Pato berada di peringkat teratas mengungguli pemain Fiorentina, Stevan Jovetic.
Nama Pato mencuat setelah musim sebelumnya ia mencetak gol debut untuk tim nasional Brasil ketika pertandingan melawan Swedia 26 Maret 2008. Si Bebek yang saat ini memperkuat klub Brasil Corinthians, mengalahkan rekor Pele sebagai pencetak gol dalam beberapa detik saja.
7. 2008: Anderson
Pemain muda Manchester United yang saat ini dipinjamkan ke Fiorentina ini dengan status pinjaman ini pernah menjadi pemain muda terbaik tahun 2008 silam.
Meski belakangan pemain Brasil yang saat ini sudah berusia 26 tahun itu, dikenal sebagai gelandang box-to-box dengan visi yang baik, tackling mahir, kuat, kemampuan tak kenal lelah dan bekerja keras.
8. 2007: Sergio Aguero
Penyerang milik Manchester City ini mendapat penghargaan Golden Boy saat berseragam Atletico Madrid. Kun sapaan akrabnya, sempat dianggap sebagai titisan dari Diego Maradona. Namanya semakin mencuat ketika membawa timnas Argentina U-20.
Pada 2006, Aguero hijrah ke Atletico Madrid dari Independiente. Penampilannya bersama Atletico Madrid memikat klub-klub Eropa lain setelah ia mampu mencetak 101 gol dari 234 penampilan plus berhasil memenangi titel Liga Eropa UEFA dan Piala Super UEFA 2010. Aguero pun pindah ke klub Liga Inggris, Manchester City pada Juli 2011.
9. 2006: Cesc Fabregas
Pemain yang saat ini berseragam Chelsea menerima penghargaan pemain muda berbakat pada 2006 silam saat berseragam Arsenal. Fabregas memulai kariernya dari sekolah sepakbola La Masia Barcelona tetapi langsung diambil Arsenal pada 2003 pada usia 16 tahun.
Di tangan Arsene Wenger, Fabregas menjelma jadi bintang. Dia menjadi pemain Arsenal termuda dengan umur 16 tahun 177 hari yang turun di Premier League sekaligus pencetak gol termuda dalam sejarah Arsenal.
10. 2005: Lionel Messi
Pencetak gol terbanyak dalam sejarah Barcelona ini memang sudah mencuat sejak muda. Pemain didikan La Masia ini meraih penghargaan tersebut pada 2005. Penghargaan penting dan rekor baru memang tak pernah lepas dari pemain bernama lengkap Lionel Andres Messi.
Pada usia 11 tahun, Messi didiagnosa menderita kekurangan hormon pertumbuhan. Tim elit Argentina River Plate berminat menggaetnya, tetapi mereka tak punya uang cukup untuk pengobatannya, yang mencapai 900 dollar AS per bulan.
Carles Rexach, Direktur Olahraga FC Barcelona, kala itu langsung mengontak Messi langsung ke ayahnya. Setelah sekali uji coba. Rexach, yang kala itu tak membawa kertas untuk mengajukan tawaran kontrak pada Messi, mengontraknya lewat sehelai serbet dari meja makan.
Barcelona menawarkan biaya pengobatan Messi jika ia mau pindah ke Spanyol. Messi dan ayahnya lalu pindah ke Barcelona, dan ia masuk ke akademi muda klub, lalu menjelma menjadi pemain terbaik dunia hingga saat ini.
11. 2004: Wayne Rooney
Rooney pernah mendapat penghargaan ini di musim terakhirnya bersama Everton, dan setelah mendapat penghargaan tersebut ia langsung diboyong oleh Manchester United.
Namun siapa sangka, Wazza, sapaan akrabnya, pertama kali bermain sepakbola di sekolah sepakbola Liverpool dan mencetak 72 gol dalam satu musim, rekor terbaru kala itu. Pada usia sembilan tahun, Rooney bermain untuk klub lokal hingga akhirnya ditemukan oleh pemandu bakat Everton pada usia sembilan tahun.
12. 2003: Rafael van der Vaart
Rafael van der Vaart mendapat penghargaan Golden Boy saat berseragam Ajax Amsterdam. Ia mengawali debut profesionalnya bersama Ajax Amsterdam saat berusia 17 tahun. Puja-puji untuknya membuatnya sempat digadang-gadang bakal menjadi pengganti Johan Cruyff.
Ketika itu ia tidak hanya mendapat Golden Boy sejak ajang ini digelar. Ia juga menjadi pemain muda paling bertalenta Belanda
Dari Ajax ia menjajal peruntungan ke klub Bundesliga, Hamburger SV, kemudian berkarier ke Real Madrid, lalu ke Tottenham Hotspur hingga akhirnya kembali ke Hamburg pada tahun 2012.