Bocah David de Gea yang Jadi Bintang
Sebelum mencapai posisi ketiga hingga 17 pertandingan atau sampai 23 Desember 2014, Manchester United sempat sangat terpuruk pada awal musim-musim.
Sentuhan-sentuhan magis van Gaal pada awal musim belum terasa. Pada 11 Agustus 2014, MU menyentuh titik terbawah saat berada di urutan ke-17. Hingga 8 September, MU hanya bergerak-gerak di titik 17 hingga 16.
Titik awal progresif MU mulai terasa sejak 15 September saat merebut urutan ke-11. Setelah itu MU terus bergerak naik hingga masuk dalam habitat sebenarnya, tiga besar Premier League dengan nilai 32.
Menjelang partai ke-18, MU mendekati Manchester City yang menempati posisi kedua. MU hanya tertinggal tujuh poin dari City. Soal persaingan juara, MU masih terpaut cukup jauh dari Chelsea yang memimpin liga dengan nilai 42, selisih 10 angka.
Setelah agak lama tidak berkomentar soal van Gaal, Ferguson tak bisa menahan mulutnya. Ferguson memuji habis van Gaal yang sukses mengembalikan MU saat diterpa masalah kebugaran pemain.
“Saya tidak tahu bagaimana van Gaal bisa berharap mendapat hasil terbaik dengan sejumlah pemain cedera. Jika dia mendapat semua pemain terbaik, Anda bisa melihat United bangkit karena dia pelatih hebat,” kata Ferguson yang tak lupa mengakui keberadaan Michael Carrick juga menjadi pendongkrak kestabilan lini tengah MU.
Satu sosok yang menyilaukan Ferguson adalah kiper David de Gea. MU merebut de Gea dari Atletico Madrid pada 2011 saat de Gea baru berusia 21 tahun. Bila pemain di posisi lain sudah matang dalam usia tersebut, kiper biasanya baru mencapai permainan matang sejak usia 25 tahun.
“Yang paling memuaskan bagi saya ialah David de Gea. Ketika kami mendatangkannya sebagai bocah, dia sangat kurus, tapi punya kemampuan,” ujar Ferguson soal kiprah de Gea.
“Dia memiliki bakat spesial dan dia menunjukkannya saat ini. Kini saya benar-benar puas atas kebolehan bocah itu,” tandas Ferguson seolah mencoba mengingat awal-awal kiprah berat de Gea di MU.
Meski mengakui de Gea kurang piawai mencapai clean sheet, Ferguson sangat yakin akan bertambah kuat dan sangat layak menjadi andalan MU di gawang.
“De Gea telah menunjukkan karakternya saat ini. Saat ini, dia masih matang secara fisik. Layaknya anak kecil, dia datang, sering jatuh, mencoba bangkit dan saat ini anak itu sudah mampu berjalan sendiri,” tegas Ferguson.
Sepertinya MU tidak sia-sia membeli David de Gea dengan harga 17,8 juta pounds atau sekitar Rp346,17 miliar dari Atletico. Harga yang cukup mahal untuk kiper yang berusia 21 tahun. Kini perjudian merebut de Gea dianggap berhasil. De Gea diyakini bakal atau melebihi kesuksesan dua kiper legenda MU, yaitu Peter Schmeichel dan Edwin van der Sar.