Mario Balotelli, King of Twitter 2014
Untuk terpilih sebagai King and Queen of Twitter 2014, Sportsmail tidak menetapkan kriteria yang berat dan rigid. Olahragawan/wati yang terpilih adalah pelaku olahraga yang paling sering dikomentari atau direspons di Twitter.
Tentu saja kategori yang dikomentari ini berdasarkan tweet si olahragawan/wati sesuai aturan Twitter hanya memuat sebanyak 140 karakter. Patokan ini yang menempatkan Mario Balotelli di puncak teratas untuk pria.
Kicauan Balotelli yang mulai memancing respons publik adalah komentar, tepatnya sindiran, Balotelli kepada Manchester United yang kalah telak 3-5 dari Leicester City, 21 September 2014.
Dengan tweet hanya dengan tiga kata, yaitu ‘Man Utd ... LOL’, Balotelli mendapatkan balasan atau retweets sebanyak 200.000 dan 100.000 favorit.
Jauh sebelum itu, tepatnya di Piala Dunia Brasil, Juni 2014, Balotelli berseloroh ingin mendapat ciuman dari Ratu Inggris. Balotelli mengatakan menginginkan kecupan dari Ratu Inggris bila Italia bisa membantu Inggris dengan mengalahkan Kosta Rika di penyisihan grup Piala Dunia.
Tak hanya di Twitter, yang paling mendunia adalah soal kicauan Balotelli bernanda rasisme di Instagram. Balotelli memasang ulang sebuah gambar tokoh permainan Super Mario di Instagram dengan kalimat penutup, ‘melompat bagai kulit hitam, menyambar koin (uang) seperti Yahudi.’
Meski sudah membantah dan memberi penjelasan, Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) melarang Balottelli tampil dalam satu pertandingan dan membayar denda £25 ribu sekitar Rp500 juta serta kewajiban menjalani satu kursus pendidikan.
Dari kalangan wanita, nama Caroline Wozniacki paling terdepan. Sosok petenis Denmark sempat menyita perhatian dunia media sosial saat menyatakan berpisah dari pegolf Rory McIlroy.
Hubungan yang sempat dirajuk bekas petenis wanita nomor satu dunia dan mantan pegolf papan atas dunia ini berakhir setelah sempat terjalin lebih dari dua tahun.
Tak lupa Caroline berterima kasih kepada fans di Twitter atas dukungan dan perhatian. Uniknya, Caroline mengutip slogan Liverpool, yaitu tidak akan berjalan sendirian (You'll Never Walk Alone).