Suksesi Presiden FIFA, Blatter Anggap UEFA Tak Bernyali
Pernyataan pria 78 tahun itu terkait permintaan presiden UEFA, Michel Platini agar Blatter tak lagi mencalonkan diri. Permintaan itu dilatari oleh berbagai persoalan seperti korupsi dan penyuapan yang tengah menggerogoti otoritas sepakbola dunia itu.
Blatter yang tak menyangkal adanya oposisi tersebut malah menyebut UEFA tak memiliki keberanian untuk menantangnya sehingga pria Swiss itu menganggap bahwa langkahnya untuk kembali menjadi Presiden FIFA terus diayunkan.
"Semua oposisi ini sedang muncul, amat disayangkan untuk mengatakannya - tapi itu benar - itu berasal dari UEFA”, ungkapnya kepada CNN sebagaimana dikutib BBC News.
"Mereka tidak memiliki keberanian untuk maju. Jadi biarkan saya pergi. Jadilah hormat”, sambungnya.
Sejauh ini ada tiga kandidat yang akan menantang Blatter yang telah menjabat posisi ini sejak 1998. Selain wakil presiden FIFA saat ini Pangeran Ali dari Jordania, mantan pemain Tottenham yang menjadi kontributor sejumlah acara TV seperti BT Sport dan BBC, David Ginola akan maju sebagai calon presiden.
Selain itu, Deputi Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Champagne pun akan bertarung dalam pemilihan Presiden FIFA yang sedianya dilaksanaan bertepatan dengan Kongres FIFA ke-65 pada 29 Mei mendatang.
"Semua mereka yang ingin menyingkirkan saya silahkan datang," tandas Blatter.