Champagne Keluar dari Pencalonan Presiden FIFA
Dalam pernyataannya, Senin, Champagne mengatakan bahwa ia hanya mendapat dukungan dari tiga asosiasi, masih di bawah minimal lima dukungan untuk bersaing dengan presiden FIFA saat ini Sepp Blatter.
"Dengan menyesal saya umumkan bahwa saya tidak mendapat minimal lima surat dukungan yang diperlukan untuk pencalonan ketua FIFA 29 Mei mendatang," kata pria asal Prancis itu.
Blatter, yang menjabat sejak 1998, masih difavoritkan untuk terpilih lagi kelima kalinya, meskipun banyak kritik terhadap FIFA di bawah kepemimpinannya.
Pangeran Ali Bin Al-Hussein dari Jordania, mantan pemain Portugal Luis Figo dan ketua sepak bola Belanda Michael van Praag termasuk yang mencalonkan diri.
"Institusi ini telah memobilisasi untuk menyingkirkan satu-satunya kandidat independen," kata Champagne yang mensinyalir adanya gerakan terselubung dari salah satu kandidat dengan mendistribusikan surat dukungan di antara para kandidat sehingga dirinya kehilangan suara, khususnya dari Eropa.
Champagne, mantan pejabat FIFA, mengatakan bahwa ada banyak alasan mengapa sejumlah federasi tidak mendukungnya.
"Karena mereka takut ada balasan dari konfederasinya yang telah memberi 'rekomendasi'. Karena federasi mereka adalah kandidat tuan rumah kompetisi tingkat benua. Karena mereka sangat mengandalkan bantuan finansial dan berkomitmen untuk mempertahankan satu suara di tingkat benua”.
"Meski kecewa, saya tidak merasa sakit hati karena saya tahu bagaimana struktur piramida sepak bola bekerja," tuntasnya.