Siapa 3 Pelatih Favorit Sergio Ramos?
Pilihan ini tentunya adalah pendapat pribadi Ramos dan ia tentu saja juga punya alasan tersendiri dibalik pilhannya tersebut.
1. Joaquin Caparros
Pilihan Ramos kepada sosok Caparros cukup sederhana dan masuk akal, karena Caparros lah yang mempercayai Ramos muda untuk memulai debutnya di La Liga saat baru berusia 18 tahun pada 2004 silam. Sebuah kepercayaan yang sangat besar bagi pemain yang masih hijau untuk bermain di kompetisi dengan level tertinggi. Caparros juga memainkannya secara rutin dan Ramos pun tidak menyia-nyiakan kepercayaan langka tersebut dan selalu berusaha tampil dengan kemampuan terbaiknya, cukup baik bagi raksasa Spanyol, Real Madrid, yang langsung memutuskan untuk merekrutnya pada 2005 atau hanya setahun setelah debutnya. Ramos pun dengan berat hati menyeberang ke Madrid dan meninggalkan Caparros, pelatih yang sangat berjasa baginya dan hanya bisa mengabdi selama semusim saja.
2. Luis Aragones
Jika Caparros mempercayai Ramos untuk debut di La Liga saat baru berusia 18 tahun, maka manajer super gaek Luis Aragones yang kini telah tiada, memberi kepercayaan pada Ramos untuk langsung bergabung dengan Timnas Senior Spanyol setahun kemudian atau saat umurnya 19 tahun pada 2005 silam. Hal itu tentunya merupakan kesempatan langka lain, karena biasanya pemain seusianya baru dipercaya untuk membela timnas U-20 hingga U-23. Ramos kembali membayar lunas kepercayaan pelatihnya dan tampil apik selama Aragones mengarsiteki Timnas Spanyol hingga 2008. Puncaknya tentunya saat Ramos dan para kompatriotnya mempersembahkan trofi Piala Eropa 2008 untuk Aragones. Itu adalah gelar bergengsi yang sangat berarti bagi Timnas Spanyol setelah paceklik gelar puluhan tahun. Satu-satunya gelar penting yang diraih oleh Timnas Spanyol sebelumnya adalah trofi Piala Eropa 1964, selain itu mereka hanya jadi runner-up Piala Eropa 1984 dan tidak ada prestasi menonjol lainnya. Momen pada 2008 itu menandai awal mula berjayanya generasi emas Timnas Spanyol yang setelah itu sukses menggondol trofi Piala Dunia 2010 dan berhasil back-to-back jadi juara Piala Eropa 2012. Hegemoni Timnas Spanyol baru berakhir pada Piala Dunia 2014 lalu seiring munculnya generasi emas Timnas Jerman. Aragones sempat menjadi manajer klub asal Turki, Fenerbahce, pada musim 2008/09 sebelum memutuskan pensiun. Sang Legenda telah berpulang setahun lalu, tepatnya pada 1 Februari 2014.
3. Carlo Ancelotti
Nama Capaross dan Aragones disebut oleh Ramos setelah ia bimbang akan siapa pelatih terfavorit kedua yang pernah melatihnya, sedangkan untuk manajer terfavoritnya Ramos tak ragu untuk menyebut figur juru taktik Real Madrid saat ini yaitu Don Carletto alias Carlo Ancelotti.
"Suasana ruang ganti pemain bisa sedemikian rumit karena para pemain dari beragam bangsa, bahasa dan budaya berbaur disitu," ujar Ramos kepada situs FIFA.com. Saat kultur bercampur itulah harus ada sosok yang bisa diandalkan untuk menyatukan semua pemain dan peranan seorang Ancelotti sangat penting untuk hal ini.
"Ia tau apakah seorang pemain benar-benar sepenuh hatinya mencoba untuk berbaur dan terbuka dengan para rekannya atau tidak. Ia adalah seorang pelatih yang akan mengajak setiap pemain berbicara empat mata dan membuat segalanya berjalan semulus mungkin, baik dalam level personal maupun profesional.
"Menurutku hal itu adalah kunci kesuksesan, itulah mengapa ia adalah sosok pelatih tangguh sejati, yang terbaik yang pernah melatih saya disepanjang karier saya ini," tandas Ramos.