x

Ini Pembelaan Manajemen PBR Terkait Gaji Pemain

Jumat, 6 Maret 2015 18:31 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor:


 
CEO PT Kreasi Performa Pasundan (KPP) selaku perusahaan yang menaungi PBR, Marco Gracia Paulo mengatakan dengan kemunduran kick off LSI 2015 berimbas pada cashflow internal klub menjadi terhambat.

"Dan dana yang ada juga digunakan untuk mengamankan jalannya program latihan tim PBR selama ini. Tapi untuk gaji kontrak musim 2014 sudah diselesaikan kepada seluruh pemain, pelatih dan ofisial setelah kami terima penyelesaian dana kontribusi dari PT. Liga untuk musim 2014 yang lalu, yang diterima pada bulan Februari kemarin," katanya.
 
Dengan begitu, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan segala tunggakan gaji yang belum terbayarkan untuk kontrak musim 2015.
 
"Kita sedang melakukan segala usaha untuk dapat  menyelesaikan kewajiban kekurangan gaji untuk kontrak baru (musim 2015) kepada para pemain, pelatih, ofisial dan manajemen Klub PBR sesegera mungkin. Karena itu kami akan tetap mengikuti Turnamen Bali Island Cup pada tanggal 12 Maret nanti," tegasnya.
 
Lebih lanjut, Marco menyayangkan sikap pelatih Dejan Antonic yang kerap mengadu kepada sejumlah media massa, baik cetak, elektronik terkait permasalahan yang dialami manajemen PBR.
 
Menurutnya, pernyataan pelatih asal Serbia tersebut terlalu menyudutkan dan mengarah kepada provokasi yang dapat membentuk opini publik. Apalagi salah satu pernyataannya  bahwa para pemain PBR tidak dapat makan dan minum adalah sangat tidak berdasar dan tidak sesuai dengan kebenaran.
 
"Seluruh aspek seperti makan, minum, tempat tinggal telah dan selalu kami penuhi. Bahkan pelayanan yang manajemen PBR berikan kepada para pemain dan pelatih kami berikan dengan standar yang tinggi seperti apartemen bagi pelatih dan pemain asing, dan rumah yang sangat layak dan nyaman bagi para pemain lokal," jelasnya.
 
Padahal dalam klausul kontrak, salah satu bagiannya menyatakan jika pelatih tidak diperbolehkan mengeluarkan pernyataan atau memberikan keterangan yang sifatnya merugikan klub atau berindikasi dapat mengganggu keharmonisan dalam klub pada pers, baik cetak maupun elektronik. (Pasal 10, ayat 5 Kontrak Kerja Pelatih Kepala)," jelasnya.
 
Saat ini, pihaknya tengah berupaya untuk tetap memegang teguh dan menjalankan filosofi yang selama ini dijalani. Seperti pemain, pelatih dan ofisial selalu menjadi prioritas dalam klub PBR.
 
"Unit lainnya di dalam klub seperti staf manajemen dan unit lainnya, tidak terkecuali saya sendiri sebagai CEO dan Ketua Umum Klub akan mengikuti di belakangnya. Hal ini telah dibuktikan secara konsisten sejak awal, setiap dana yang masuk akan selalu diprioritaskan bagi para pemain, pelatih dan ofisial klub PBR," katanya.
 
"Kami percaya akan membawa Klub ketingkatan yang lebih baik sampai akhirnya ke level profesional. Bahkan, pada bulan Januari 2015 yang lalu, Direksi mengambil keputusan untuk melepas beberapa staf manajemen dalam rangka penghematan anggaran, agar dana lebih leluasa digunakan untuk kepentingan tim (pemain, pelatih dan ofisial), sehingga mengakibatkan kami kekurangan personil dimana saat ini kami sangat mobile khususnya untuk pengurusan rencana perpindahan klub ke Bekasi. Angka dan data menjadi data perusahaan yang bersifat rahasia dan tertutup, namun dapat dipastikan valid dan akurat," tandasnya.

ISLPelita Bandung Raya

Berita Terkini