x

Pilih Punya 2 Klub, atau Dua Persebaya Merger?

Rabu, 15 April 2015 23:56 WIB
Kontributor: Fajar Kristanto | Editor: Gema Trisna Yudha

Para sesepuh tersebut diantaranya Iwan Syafiie, Santoso, Budi Santoso, Freddy Mulli hingga Mursyid Effendi. Mereka berkumpul dan bicara blak-blakan soal Persebaya dalam diskusi bertema Sumbangsih Persebaya untuk Sepakbola Indonesia yang digelar Forum Wartawan Olahraga Senior di JX Surabaya, Rabu (15/4/2015).

 Dalam diskusi tersebut, mengemuka berbagai hal, mulai dari sejarah panjang berdirinya Persebaya di tahun 1927, prestasi emasnya dengan melahirkan banyak pemain top hingga masuk masa kehancuran klub ini. Mereka miris melihat kondisi konflik Persebaya, yang hingga kini belum juga usai.
 
Mantan manajer dan ketua umum Persebaya Arif Affandi mengusulkan agar dua tim Persebaya, yakni Persebaya 1927 dan Persebaya ISL merger, alias bersatu. "Merger saja. Toh sama-sama perseroan. Kalau perseroan malah lebih gampang," terang mantan Wakil Walikota Surabaya ini.
 
Selain itu, lanjutnya, jika usulan merger dianggap sebagai hal mustahil, maka PSSI selaku induk organisasi harus mengakui dua Persebaya. Arif mengatakan bahwa kota sebesar Surabaya tak sepatutnya hanya memiliki satu klub. Sebab dalam sejarahnya Kota Pahlawan sudah pernah memiliki dua klub yang sama-sama memiliki nama besar dan memiliki basis pendukung sendiri.
 
"Bagi saya, Surabaya yang sebesar ini tidak cukup hanya punya satu klub. Kita dulu punya Mitra dan Persebaya. Masing-masing bisa berjalan dengan kebesarannya. Surabaya bica mencontoh apa yang terjadi di Kota Manchester atau Madrid. Sudah lah, Surabaya ini jangan hanya satu klub Persebaya. Kalau perlu ada dua Persebaya, Persebaya United dan Persebaya FC," terang Arif.
 
Menurut Arif saat ini, eranya adalah sepak bola industri. Sehingga pasar yang menentukan klub mana yang akan eksis selanjutnya. "Dulu juga ada banyak klub di Surabaya selain Persebaya. Ada Niac Mitra, lalu ada Mitra Surabaya dan Asyabaab. Nanti yang menentukan adalah pasar," tandasnya.
 
Wacana merger yang disampaikan Arif juga didukung salah satu legenda Persebaya, Budi Santoso. "Persebaya harus gabung. Tidak ada jalan lain. Rasanya malu klub besar macam Persebaya kok ada perpecahan," tegas mantan gelandang serang Persebaya era 1970-an ini.
 

Persebaya Surabaya

Berita Terkini