3 Cara PSG Singkirkan Barcelona di Liga Champions
Barcelona tampaknya masih terlalu superior bagi tuan rumah Paris Saint-Germain. Meski bermain dengan dukungan dari ribuan pendukungnya, PSG tidak banyak berkutik dan menutup pertandingan dengan kekalahan 1-3 dari Barcelona.
Blaugrana sudah unggul 1-0 ketika babak pertama usai, berkat gol dari Neymar pada menit ke-18. Tapi hilangnya Thiago Silva karena cedera membuat pertahanan PSG keropos dan Barceona menambah keunggulan menjadi 3-0 berkat gol dari Luis Suarez, sebelum Jeremy Mathieu mencetak gol bunuh diri pada penghujung laga.
Meski kalah cukup telak pada leg pertama, bukan berarti peluang PSG lolos ke babak semifinal Liga Champions musim ini tertutup. Klub asal Ibu Kota Prancis itu masih bisa menyingkirkan Barcelona karena dalam dunia sepakbola hasil apapun bisa terjadi.
Berikut analisis INDOSPORT agar PSG bisa melaju ke babak semifinal Liga Champions:
1. Comeback Ibrahimovic dan Verratti
Duel leg pertama di Parc des Princes, Paris Saint-Germain tidak bisa diperkuat beberapa pemain dan diantaranya adalah Zlatan Ibrahimovic dan Marco Verratti. Ibrahimovic dilarang tampil pada leg pertama karena mendapat kartu merah dalam pertandingan terakhir melawan Chelsea pada leg kedua babak 16 besar, sedangkan Verratti akumulasi kartu kuning.
Comeback Ibrahimovic dan Verratti diharapkan bisa mendongkrak penampilan dan rasa percaya diri PSG pada leg kedua di kandang Barcelona, di Camp Nou. Pengalaman dan skill Ibrahimovic bisa menjadi andalan PSG untuk membobol gawang Barcelona, sementara Verratti sempat membobol gawang Blaugarana pada babak penyisihan grup.
Kehadiran Ibrahimovic dan Verratti akan sangat dibutuhkan pelatih Laurent Blanc karena PSG butuh kemenangan 3-0 di Camp Nou. Atau PSG harus mengalahkan Barcelona dengan skor 4-1 atau 5-2, yang penting dengan defisit tiga gol.
Jika PSG menang dengan skor 3-1, mereka berpeluang lolos jika kembali mencetak gol pada dua kali waktu tambahan. Jika harus berlanjut ke babak adu penalti, maka peluang PSG lolos menjadi fifty-fifty.
2. Belajar dari Sejarah
Berdasarkan head to head, Paris Saint-Germain dan Barcelona memiliki catatan berimbang. Dari tujuh pertandingan, PSG dua kali mencatat kemenangan, sedangkan Barcelona juga dua kali mencatat kemenangan, dan tiga pertandingan sisanya berakhir imbang.
Namun ada catatan sejarah yang bisa dicontoh oleh PSG. Yakni, keberhasilan mereka saat menyingkirkan Real Madrid pada babak perempatfinal Piala UEFA musim 1992/93. Pada leg pertama, PSG takluk 1-3 di kandang Madrid, tapi pada leg kedua bangkit dengan menang 4-1 di Paris.
Selain itu PSG juga bisa belajar dari FC Metz, yang mampu menyingkirkan Barcelona pada putaran pertama Piala Winners musim 1984/85. Saat itu, Metz kalah 2-4 dari Barcelona pada leg pertama di hadapan pendukungnya, namun ketika bermain di Camp Nou pada leg kedua, Metz bangkit dan menang 4-1.
3. Dewi Fortuna
Terakhir, yang bisa menyelamatkan Paris Saint-Germain lolos ke babak semifinal Liga Champions adalah dewi keberuntungan bangsa Romawi, Dewi Fortuna. Tanpa keberuntungan, tim mana pun belum tentu bisa menang.
Oleh karena itu selain harus tampil maksimal di kandang Barcelona, PSG wajib banyak berdoa agar mereka dinaungi Dewi Fortuna di Camp Nou. Pasalnya untuk mengalahkan Blaugrana dengan skor minimal 3-0 di tanah Catalan saat ini butuh keajaiban.