x

Persebaya Surabaya Tolak Damai dengan Persebaya 1927

Kamis, 30 April 2015 10:15 WIB
Kontributor: Fajar Kristanto | Editor: Joko Sedayu

Sebelumnya, Direkur Utama Persebaya 1927, Cholid Ghoromah, menyatakan membuka pintu mediasi untuk menyelesaikan masalah dualisme di tim berjuluk Bajul Ijo itu. Dia bahkan mempersilahkan manajemen Persebaya yang berlaga di QNB League 2015 untuk melanjutkan kompetisi. Asalkan cara yang digunakan baik, dan berada di naungan PT Persebaya Indonesia.

Cholid pun juga tidak mempermasalahkan jika di musim selanjutnya, manajemen tersebut kembali mengelola Persebaya. Namun, kubu Gede Widiade secara terbuka menolak rencana rekonsiliasi. Dia berdalih bahwa kedua Persebaya berada di bawah naungan perusahaan atau badan hukum yang berbeda.

Seperti diberitakan sebelumnya, Persebaya dengan PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) telah diakuisisi oleh perusahaan milik Gede, yakni PT Permata Sejahtera Nusantara (PT PSN). Sedangkan Persebaya 1927 dengan PT Persebaya Indonesia (PT PI).

"Ngapain harus mediasi kalau PT-nya sendiri-sendiri. Persebaya beda dengan Arema yang PT-nya satu tapi diperebutkan dua kubu. Kalau merger berarti harus beli saham. Entah itu saya beli saham mereka, atau mereka beli saham saya. Tapi ngapain? Wong saya sudah punya saham di PT lain," tegas Gede, ketika dikonfirmasi wartawan, termasuk INDOSPORT.

Ya, kini Gede telah memiliki 100 persen saham PT MMIB. Dia lantas mengalihkan pengelolaan dengan menggunakan salah satu perusahaannya, yakni PT PSN. "Saham 90 persen PT MMIB dibeli PT PSN. Sedangkan atas nama Gede Widiade sebanyak 10 persen," beber pengusaha asal Wonokromo ini.

Gede secara tidak langsung mendukung wacana mantan Ketua Umum Persebaya Arif Affandi terkait ada dua Persebaya di Kota Pahlawan. Arif melontarkan usulannya dalam diskusi bertema Sumbangsih Persebaya untuk Sepakbola Indonesia yang digelar Forum Wartawan Olahraga Senior di JX Surabaya, Rabu (15/04/15).

Wacana tersebut bisa terealisasi karena kubu Persebaya yang bertanding di QNB League 2015, juga tak mempermasalahkan hal itu. Gede menilai akan lebih baik bila Persebaya 1927 dan Persebaya berjalan sendiri-sendiri. Ia tak mempermasalahkan bila hal itu terjadi.

"Bukannya lebih baik ada dua klub. Kalau pengen mengelola, silahkan ada Persebaya lain di Surabaya. Kota Milan ada dua klub, yakni AC Milan dan Inter Milan, Manchester ada dua klub. Jadi silahkan kalau ada AC Persebaya dan Inter Persebaya," kata pria yang juga Ketua Asosiasi Kota PSSI Surabaya ini.

Persebaya SurabayaISLGede WidiadeQNB LeaguePersebaya 1927

Berita Terkini