Persela Putus Kontrak Pemain
Persela Lamongan akhirnya memutuskan jalinan kerjasama dengan para pemainnya. Langkah ini diambil Persela demi efisiensi biaya.
Manajer Persela, Yunan Achmadi mengakui bahwa kompetisi yang dihentikan berdampak kepada kelangsungan hidup sebuah tim. Dijelaskan, pihaknya memutus kontrak sesuai dengan surat keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia (PT LI) yang telah diterima.
Dalam surat resmi yang diterima Persela, Minggu 3 Mei kemarin, PSSI mengakhiri kompetisi dengan alasan force majeure. Dengan begitu, maka pihaknya menyesuaikan surat keputusan itu pada kontrak pemain.
"Persela akan membayar gaji para pemain sesuai kontrak, yakni sampai kompetisi berakhir," kata Yunan, kepada wartawan, termasuk INDOSPORT.
"Klausul force majeure juga ada dalam kontrak, sehingga pemberian gaji akan diberikan sampai dengan keputusan PSSI mengakhiri kompetisi," tambahnya.
Yunan menyatakan Choirul Huda dkk bakal mendapatkan gaji selama tiga bulan, terhitung sejak kontrak ditandatangani pemain pada Januari 2015 hingga April ini.
Sedangkan Media Officer Persela Arif Bachtiar membenarkan opsi putus kontrak pemain dipilih manajemen. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan kelanjutan nasib pelatih dan pemain setelah kontraknya diputus.
"Kami juga belum bisa berkomentar terkait apakah tim akan dibentuk lagi, ketika kompetisi bergulir lagi," pungkasnya.
Meski belum dikalkulasi, namun Laskar Joko Tingkir memperkirakan kerugian mereka mencapai miliaran rupiah.
"Detailnya berapa, saya kurang tahu. Yang pasti, Persela rugi miliaran rupiah," jelas Sekretaris Tim Persela Muji Santoso pada kesempatan terpisah.