QNB League Distop, Pemain Arema Kecewa Berat
"Kalau ditanya komentar saya, ya jelas kecewa," ungkap winger muda Ahmad Nufiandani atas keputusan Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang menghentikan kompetisi.
Pemain yang akrab disapa Dani ini menyesalkan keputusan PSSI setelah terlibat perseteruan dengan Kemenpora yang membekukan federasi sepakbola tertinggi di tanah air ini. "Ya kecewa, karena liganya ruwet," gerutunya.
Pasalnya, di saat ini dirinya tengah merajut harapan sebagai pemain muda. Apalagi, Dani sedang memulai kiprahnya di Timnas U-23. Sehingga keputusan penghentian kompetisi mematikan potensi pemain-pemain muda. "Karena keinginan saya mencari pengalaman bertanding," ucap pemain berusia 22 tahun ini.
Dengan kondisi ini, Dani belum tahu kelanjutan nasib bersama Arema Cronus. Walau begitu Ia tetap berusaha menjaga staminanya seraya menunggu perkembangan selanjutnya. "Untuk langkah selanjutnya, saya tetap akan berlatih sendiri dulu," pungkas pemilik jersey nomor 17 ini.
Senada, gelandang serang Arema Cronus, Dendi Santoso mengungkapkan, kondisi sepakbola
hancur setelah kompetisi QNB League dinyatakan force majeure. "Ajur wes," ungkap dia.
Pemain didikan akademi Arema ini menyatakan tidak habis fikir dan heran dengan kondisi sepakbola Indonesia saat ini. "Saya tidak paham kenapa situasi jadi seperti ini," tandasnya.