x

Rekam Jejak 4 Semifinalis Liga Champions

Selasa, 5 Mei 2015 11:28 WIB
Penulis: Yohanes Ishak | Editor: Joko Sedayu

Boleh dikatakan Barcelona, Bayern Muenchen, Juventus, dan Real Madrid merupakan empat tim terbaik di liga Champions musim ini. Keempatnya mampu melewati berbagai tim yang sebenarnya bisa saja menyingkirkan mereka. Namun, karena konsistensi dan faktor mental yang membuatnya mampu bertahan sejauh ini.

Hal tersebut bisa dilihat dalam lawan-lawan yang mereka hadapi dari awal laga liga Champions pada fase grup hingga babak penyisihan. Dimana keempat tim ini yang diatas kertas mampu menghadapi tim lawan, namun pada kenyataannya mereka harus bersusah payah untuk memenangkan pertandingan agar lolos ke babak selanjutnya.

Bayern Muenchen dan Real Madrid misalnya, juara liga Champions dalam dua tahun terakhir ini harus berjibaku habis-habisan sejak babak 16 besar. Tidak sedikit yang menerka-nerka jika keduanya akan gagal menembus semifinal berdasarkan hasil skor yang didapat, namun karena faktor mental yang kuat membuat mereka mampu bertahan hingga saat ini.

Jika sejak babak 16 besar sudah tertatih-tatih, maka saat semifinal mereka harus lebih berhati-hati karena lawan yang dihadapi tentu tingkat kesulitannya akan lebih bertambah.

Bukan hanya Bayern Muenchen dan Real Madrid, dua kandidat lainnya, yakni Barcelona dan Juventus juga harus melewati laga demi laga dengan tidak mudah. Mereka juga berjuang dimana keduanya juga hampir ditaklukkan oleh lawan masing-masing.

Pada semifinal nanti drawing telah dilakukan beberapa minggu yang lalu, laga reuni terjadi dalam semifinal musim ini. Yaitu, pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti akan bertemu dengan mantan anak asuh lamanya, Juventus, dan begitu pula pelatih Bayern Muenchen, Pep Guardiola juga akan bertemu kembali dengan klub yang membesarkan  namanya, Barcelona.


1. Juventus

Bianconeri akan menjamu juara bertahan Real Madrid di Juventus Stadium. Diatas kertas, tim tamu memang lebih diunggulkan mengingat gaya permainan mereka yang cenderung menyerang dari kedua sisi. Tetapi, tentu Juve tidak akan tinggal diam. Jika Madrid memiliki kemampuan untuk menyerang dengan baik, maka sang tuan rumah memiliki kelebihan bertahan dengan baik. 

Menarik untuk disaksikan,  antara tim yang menyerang dan tim yang bertahan, siapakah yang lebih diunggulkan? Pada fase grup, Gianluigi Buffon dan kawan-kawan harus puas menempati posisi runner-up dibawah bayang-bayang Atletico Madrid. Sementara saat babak 32 besar, Juve menghadapi perlawanan dari tim asal Jerman, Borussia Dortmund. Mereka sukses lolos ke babak berikutnya dengan agrevisitas gol 5-1.

Babak 8 besar menjadi ajang adu kekuatan tim mana yang lebiuh kuat saat bertahan, klub yang berbasis di kota Turin itu menghadapi AS  Monaco yang juga memiliki pertahanan yang solid. Pada akhirnya, skor tipis 1-0 menjadi milik wakil Italia untuk lolos ke semifinal.

Tidak dapat dipungkiri, jika dibandingkan dengan tim lainnya. Juventus memang bukanlah tim yang diunggulkan, namun bukan berarti memang tidak berpeluang untuk lolos ke final bahkan keluar sebagai juara.  Jika menengok empat tahun ke belakang, pada tahun 2011 hingga 2014 yang lalu, terdapat juga tim non-uggulan yang berada dalam babak  semifinal. Mereka adalah Schalke (2011), Chelsea (2012), Borussia Dortmund (2013), dan Atletico Madrid (2014).

Dari keempat tim tersebut, mungkin Juventus bisa meniru jejak Borussia Dortmund dan Atletico Madrid yang berhasil lolos ke final atau mungkin sama seperti Chelsea. Posisi The Blues saat itu sama seperti Juventus saat ini, namun mereka secara mengejutkan mampu keluar sebagai juara. Menarik untuk ditunggu kejutan dari Andrea Pirlo cs.


2. Real Madrid

Menyandang status juara bertahan tentu tim ibukota Spanyol ini tidak ingin dipermalukan. Meski melalui perjuangan berat saat babak pemyisihan, Madrid mampu membuktikan bahwa mereka masih layak untuk mempertahankan gelar. Jika pada musim lalu, mereka ingin merebut gelar La Decima. Maka kali ini mereka ingin menjadi tim yang pertama mempertahankan gelar liga Champions. 

Memang mereka lebih diunggulkan dalam pertandingan melawan Juventus, terlebih pemain pinjaman mereka dari Manchester United, Javier Hernandez saat ini sedang mendapat sorotan karena peformanya yang apik. Belum lagi dengan kabar yang menyebutkan, Gareth Bale telah pulih sehingga kekuatan Los Blancos tentu akan lebih bertambah.

Namun jika mereka tidak konsisten, bukan tidak mungkin mereka akan gagal meraih hasil positif menyusul pertahanan Juve sangat solid. Lihat saja pada babak 16 besar pada leg kedua, saat melawan Schalke 04. Wakil asal Jerman itu sukses meraih kemenangan dengan skor 4-3, padahal mereka tidak diunggulkan dalam pertandingan tersebut, andai pada leg pertama Schalke mampu menahan imbang atau menang dengan skor tipis, sudah pasti Madrid tidak akan lolos.

Tidak sampai disitu, saat 8 besar tim yang bermarkas di Santiago  Bernabeu ini dibuat kalang kabut oleh rival sekota, Atletico Madrid. Beruntung bagi Madrid karena mereka menang dengan skor tipis 1-0, padahal dalam musim ini tim besutan Carlo Ancelotti ini belum pernah menang atas Atletico. Jadi, meski lebih diunggulkan bukan berarti Real Madrid berpeluang besar untuk maju ke final.


3. Barcelona

Lini depan El Barca pada musim ini mampu bekerja sama dengan baik, niat mereka untuk menciptakan trisula maut berhasil. Bersama Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar Jr mereka kini disapa dengan 'MSN'. Tidak heran jika Barcelona dapat dikatakan merupakan tim yang  paling konsisten di liga Champions pada musim ini. Walaupun demikian, mereka juga lolos bukan tanpa kesulitan. Bahkan dapat dikatakan, Blaugrana sempat kehilangan gaya permainan khas mereka meski hasil akhir menjadi kemenangan untuk pasukan Luis Enrique.

Pada babak 16 besar misalnya, mereka menghadapi Manchester City dengan susah payah. Meski menang dengan agregat 3-1, kemenangan yang mereka raih tidaklah mudah. Pada babak 8 besar, mereka baru menemukan khas permainan mereka dengan menaklukkan Paris Saint-Germain dengan agregat 5-1.

Saat semifinal nanti, Barcelona akan bertarung dengan jawara Bundesliga Jerman musim ini, Bayern Muenchen. Tentunya, tim yang bermarkas di Camp Nou ini ingin membuktikan kepada mantan gurunya yang kini menjadi pelatih sang lawan, yaitu Pep Guardiola, bahwa mereka bukanlah tim yang mudah untuk ditaklukan


4. Bayern Muenchen

Muenchen juga disebut-sebut akan lolos ke final mengingat pada tahun 2013 lalu, Barcelona pernah dilibas dengan agrevisitas gol yang mencengangkan dengan skor 7-0. Tentunya Barcelona yang sekarang berbeda dengan saat ini. Dua tahun lalu, Blaugrana masih dalam tahap penyesuaian dengan pelatih baru pasca ditinggal pelatih mereka yang saat ini menangani The Bavarians, Pep Guardiola.

Tidak hanya itu, peforma Muenchen juga saat ini sedang kurang konsisten. Meski mereka telah berhasil menjuarai Bundesliga Jerman, beberapa pekan yang lalu, sebagian besar pilar mereka cedera. Sehingga gaya bermain FC Holywood sedikit pincang.

Tidak hanya itu, saat babak 16 besar Arjen Robben cs tidak menunjukkan sebagai tim yang layak disebut sebagai kandidat juara. Menghadapi perlawanan Shaktar Donetsk, mereka sempat ditahan imbang pada laga pertama meski pada akhirnya mereka sukses menang dengan skor 7-0, begitu pula saat bermain di kandang FC Porto tim yang bermarkas di Allianz Arena ini secara mengejutkan takluk dengan skor 3-1. Namun, kembali saat bermain dikandang sendiri Mereka sukses membalikkan keadaan dengan skor 6-1.

Melihat dua pertandingan Bayern Muenchen di liga Champions, dapat dikatakan mereka merupakan tim yang hebat saat bermain dalam kandang tapi ketika bermain di markas lawan, mereka justru tampil kurang memuaskan. Pada semifinal leg pertama, Muenchen kembali akan bermain tandang di rumah Barcelona, Camp Nou. Jika melawan Shaktar dan FC Porto mereka kesulitan, bagaimana ketika melawan tim sebesar Barcelona? Menarik untuk ditunggu.

Real MadridBarcelonaLaLiga SpanyolBundesliga JermanLiga ChampionsBayern MunchenJuventus

Berita Terkini