x

10 Momen Terbaik Messi dan Pep Guardiola

Rabu, 6 Mei 2015 06:10 WIB
Editor: Ramadhan

Medio 2008/11 adalah masa krusial kebangkitan Barcelona di pentas Spanyol, Eropa dan dunia. Adalah Josep Guardiola i Sala atau akrab disapa Pep Guardiola yang telah membangun fondasi dasar filosofi ‘tiki-taka’ dalam skema dasar permainan Barcelona.

Dengan ciri khas umpan-umpan pendek dan permainan indah, El Barca menjelma menjadi serdadu yang sukses mengukir sejarah emas di jagad sepakbola dunia.

Guardiola semakin beruntung saat skuad utamanya di Barcelona yang mumpuni dilengkapi oleh ‘pemain dari planet lain’ macam Lionel Messi. Lengkap sudah modal Guardiola dalam perjalanannya untuk mendominasi dunia.

Guardiola dan Messi adalah 2 jenius yang jika di tim lain, sosok dan karakter seperti 2 manusia ini tentu sangat diharapkan kehadirannya. Sosok pelatih perfeksionis dan pemain terbaik yang mungkin hanya akan muncul lagi dalam 100 tahun lagi.

Di Barcelona, Guardiola dan Messi sama-sama telah membawa tim asal Catalan itu menancapkan bendera kejayaannya di sepakbola era modern saat ini. Di Barcelona pula, keduanya telah mengukir sejumlah momen emosional yang telah banyak mengajarkan soal dedikasi, perjuangan sampai perpisahan.

Momen apalagi yang telah Guardiola dan Messi lewati selama ini? Berikut INDOSPORT akan mengulasnya lewat 10 momen terbaik Lionel Messi dan Pep Guardiola (wlb).


1. Messi dan Keputusan Krusial Guardiola

Pep Guardiola memulai karirnya sebagai pelatih Barcelona dengan keputusan berat sekaligus kontroversialnya yang mengizinkan Messi pergi ke Olimpiade Beijing 2008 untuk membela timnas Argentina.

Pada masa itu, Barcelona harus bermain di kualifikasi Liga Champions, namun akhirnya Guardiola memutuskan Messi bisa berangkat ke Beijing dan membela negaranya.

Banyak yang mengkritik keputusan Guardiola tersebut. Di saat Barcelona tengah menghadapi kompetisi ketat, Guardiola justru mengizinkan Messi berangkat bersama negaranya ke Beijing tanpa ada jaminan keuntungan apapun baik di pihak Barcelona maupun Messi.

Namun, akhirnya Argentina sukses meraih medali emas di Olimpiade Beijing tersebut. Sementara El Barca berhasil mengalahkan Wisla Krakow dan Messi pulang ke Spanyol dengan senyuman serta rasa terima kasih yang besar kepada Guardiola.

Semua orang bahagia. Guardiola telah mengambil keputusan tepat yang akhirnya menguntungkan kedua pihak yakni Barcelona dan Messi. Guardiola pun mulai memenangkan kepercayaan Messi.


2. Messi sebagai False 9

Selama pertandingan pertama Guardiola, Messi bermain sebagai winger kanan. Namun semuanya berubah seketika sebelum malam kemenangan besar Barcelona dari Madrid dengan skor 2-6 di Santiago Bernabeu.

Dengan cerdik, Guardiola mempelajari dengan teliti skema permainan Madrid melalui video pertandingan Madrid di ruang kerjanya. Memasuki tengah malam, Guardiola lalu memanggil Messi untuk datang ke ruangannya.

Guardiola mengatakan sesuatu kepada Messi: “Saya punya sesuatu yang sangat penting. Datanglah ke sini. Sekarang.”

Seperti yang diungkapkan oleh Marti Perarnau dalam bukunya yang berjudul ‘Pep Confidential’, Messi akhirnya mulai bermain sebagai ‘False 9’ di pertandingan Barcelona berikutnya.


3. Dari Pizza Beralih ke Ikan

Sejak kedatangan Guardiola ke Camp Nou, Messi memang telah memiliki beberapa cedera otot. Saat Guardiola tiba, fisioterapi Barcelona, Juanjo Brau menjadi orang yang fokus merawat cedera Messi dan membuat perubahan pola makan Messi.

Brau berusaha membuat Messi fit kembali dengan menerapkan pola makan ‘kurangi pizza dan perbanyak makan ikan.’


4. Liga Champions

Kembali ke tahun 2006, saat Messi berada di bangku cadangan pada partai final Liga Champions kontra Arsenal di Paris. Padahal saat itu kondisi Messi telah pulih dari cedera.

Messi pun tak senang dengan keputusan Rijkaard yang tak memainkannya. 3 tahun kemudian, saat final Liga Champions di Roma, Messi memenangkan gelar Liga Champions dengan mencetak gol penentu melawan Manchester United (2-0).


5. Guardiola, Ibrahimovic dan Messi

Ketika musim 2008/09 berakhir, Guardiola memutuskan untuk menjual Samuel Eto'o karena kurangnya kepercayaan dan mendatangkan Zlatan Ibrahimovic.

Meskipun di awal musim sangat menjanjikan, Messi tampaknya merasa tak nyaman berbagi serangan dengan Ibrahimovic. Dalam pertandingan terakhir musim tersebut, Bojan Krkic bermain sebagai penyerang kanan dan Messi memenangkan tempat dan akhirnya mengisi slot penyerang tengah.

Akibat kejadian itulah, akhirnya Ibra meninggalkan Camp Nou di musim panas berikutnya.


6. Ledakan Messi

“Itulah yang Guardiola katakan kepada saya. Guardiola bilang bahwa dengannya, saya akan mencetak 3 atau 4 gol per pertandingan,” kata Messi pada tahun 2011.

Kemudian statistiknya meningkat pesat. Sebelum Guardiola, Messi telah mencetak 42 gol dalam 110 pertandingan. Sejak Guardiola, 363 di 365. Salah satunya saat Messi mencetak 5 gol ke gawang Bayer Leverkusen di pentas Liga Champions.


7. Ballon dOr

Secara mengejutkan, 3 pemain Barcelona yakni Messi, Xavi dan Iniesta menjadi finalis Ballon d’OR 2010.

Saat malam penobatan, Guardiola bertugas memberikan trofi Ballon d’Or tersebut kepad sang pemenang. Iniesta kala itu juga difavoritkan karena keberhasilannya membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010.

Namun akhirnya, Messi lah yang keluar sebagai pemenang dan Guardiola dengan sangat bangga menyerahkan trofi pemain terbaik dunia itu kepada Messi.


8. Pelukan Terakhir

5 Mei 2010. Pep Guardiola menangani Barcelona pada pertandingan terakhirnya di Camp Nou. Kala itu, Barcelona sukses melumat Espanyol 4-0 pada laga bertajuk Derbi Catalan.

Messi berhasil mencetal 4 gol bagi El Barca. Usai mencetak gol ke-4 lewat titik penalti, Messi berlari ke arah bangku pelatih dan pemain untuk menghampiri Guardiola. Dengan emosional, Messi memeluk Guardiola untuk yang terakhir di Camp Nou.

Usai laga, Guardiola mengatakan dalam konferensi pers: “Saya mencoba untuk membantu Messi dalam semua hal yang saya bisa untuk membuatnya nyaman. Tapi, Messi juga telah membantu mengangkat nama saya dan dikenal sebagai seorang pelatih.”


9. Pelajaran Terbaik Messi untuk Guardiola

Setelah meninggalkan Barcelona, Guardiola mengatakan sesuatu tentang sosok Lionel Messi yang selama ini bersamanya di Barcelona.

“Apa yang saya pelajari paling besar tentang Lionel Messi adalah bahwa saat ia kalah, ia tidak menyalahkan pelatih. Jalannya untuk bersaing begitu tinggi bahwa saya bahkan tidak bisa memahaminya.”

“Messi tidak membutuhkan saran. Suatu hal yang bodoh jika ada yang mengatakan bahwa saya yang membuat Messi menjadi pemain hebat seperti sekarang.”


10. Saat Guardiola Kagumi Messi

Sepertinya, setelah Guardiola pergi meninggalkan Camp Nou, banyak kalangan berharap ia akan kembali ke klub yang telah membesarkan namanya itu baik sebagai pelatih, penonton maupun sebagai rival.

Akhirnya, Guardiola kembali ke Camp Nou sebagai penggemar sepakbol yang menonton pertandingan Liga Champions antara Barcelona vs Manchester City.

Guardiola tampak sangat menikmati permainan yang ditunjukkan Messi dan kawan-kawan. Ada momen yang menarik, saat Messi berhasil mengelabui James Milner lewat aksi nutmeg, Guardiola meletakkan tangan di wajahnya sambil berdecak kagum seakan tak percaya dengan apa yang dilakukan Messi.

Usai ekspresi kekaguman Guardiola itu, Messi pun menerima pesan whatsapp beserta video Guardiola dan Messi membagikan video itu dengan rekan satu timnya.

BarcelonaLionel MessiPep Guardiola

Berita Terkini