Pemain Arema Pesimis Liga Dijalankan dengan Menpora
Pemain yang jersey nomor 41 ini, menilai Menpora akan mengalami kesulitan memutar kompetisi dengan operator baru atau tim transisi. "Saya rasa sulit terjadi," kata pemain hasil didikan akademi Arema ini.
Menurutnya, operator baru atau tim transisi, tidak akan selihai PT Liga Indonesia dalam menggulirkan kompetisi kasta teratas dan Divisi Utama. "Mereka tak akan sanggup memutar kompetisi seperti yang dilakukan PT Liga Indonesia," tuturnya.
Pasalnya, sambung Dendi, Menpora beserta kaki tangannya tidak memiliki perangkat pertandingan seperti wasit, hakim garis, dan pengawas pertandingan (PP) untuk menjalankan pertandingan resmi.
"Mereka tidak punya wasit, dan perangkat pertandingan lainnya," ucap pemain berusia 25 tahun ini. Sebab, kesemua perangkat pertandingan itu hanya dipunyai PSSI.
Rasa pesimis Dendi makin berlipat. Lantaran, 18 klub kontestan Qatar National Bank (QNB) League atau Indonesian Super League (ISL) musim 2015 menolak ikut kompetisi di bawah Menpora. "Belum lagi, klub-klub telah sepakat tidak mau bermain di selain di bawah PSSI," sambungnya.