x

Dituding Rampok Uang Negara, Menpora Didemo Ratusan Mahasiswa

Senin, 11 Mei 2015 13:35 WIB
Penulis: Binsar Marulitua | Editor:

Demo yang dihadiri kurang lebih 150 orang ini adalah gabungan dari berbagai elemen mahasiswa. Di antaranya Universitas Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri, Universitas Ibnu Chaldun, dan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka. Dalam demo ini mereka sempat menutup pintu masuk dan memblokade seraya berorasi di depan Kemenpora.

Bayu Mahendra selaku orator dan penaggung jawab aksi mengklarifikasi bahwa aksi unjuk rasa hari ini adalah tuntutan agar jajaran dan staf Menpora transparan terkait penggunaan dana APBD untuk Tim Sembilan yang diduga menghabiskan dana kurang lebih sekitar Rp2 miliar.

"Kami meminta kejelasan dan tentang pertanggungjawaban dana yang digunakan untuk Tim 9 sebesar Rp2 miliar, terlebih kami juga meminta klarifikasi mengenai indikasi pembuatan tim transisi hanya ingin merampok uang negara dan menjadi pencopet gaya baru di sepakbola dimana tim transisi diisi oleh pengusaha, politisi dan kepala daerah," pungkas Bayu, dalam keterangannya kepada rekan wartawan.

Tidak hanya menggelar aksi orasi dengan hujatan yang tak semestinya keluar dari kaum intelektual, Banter juga membakar keranda dan membawa 100 bendera kuning sebagai simbol kematian sepakbola Indonesia menyusul surat pembekuan PSSI. Hal ini sepatutnya tidak perlu dilakukan karena juga merugikan masyarakat terutama pengguna jalan.

Karena dianggap provokatif dan merugikan pengguna jalan, Aparat akhirnya melakukan tindakan memadamkan api. Aksi unjuk rasa yang berlansung selama satu setengah jam tersebut diakhiri dengan pemadaman api desakan dari aparat. Bahtera berjanji akan kembali berkonsolidasi membawa masa yang lebih banyak sampai tuntutan terpenuhi.

Imam Nahrawi

Berita Terkini