x

Ridwan Kamil Masih Ragu Gabung Tim Transisi

Selasa, 12 Mei 2015 04:56 WIB
Editor: Irfan Fikri

Emil-sapaan akrabnya- sempat antusias jika nanti diberikan tugas untuk melakukan diplomasi dengan federasi sepakbola dunia, yakni FIFA. Sebab selama ini Emil mengaku memiliki hubungan internasional yang cukup banyak.

Namun, secara tiba-tiba Emil mengubah pandangannya dan belum memastikan menjadi salah satu anggota tim transisi.

"Ya, saya itu kan hanya diminta. Kalau saya diminta atasan, saya bilang iya dulu. Karena birokrasinya begitu," jelas Emil saat ditemui di rumah dinasnya di Pendopo Kota Bandung, Dalem Kaum, Bandung, Senin (05/05/15).

Keputusan itu, lanjut Emil akan dilakukannya setelah dirinya melakukan diskusi dengan para tokoh sepakbola Tanah Air.

"Makanya nanti malam saya mau dengerin dulu dari semua dan pro dan kontra bagaimana. Jadi minggu ini memberi keputusan, apa tetap memberi pandangannnya di dalam atau memberi pandangannya diluar. Artinya tidak masuk dalam struktur, tapi tetap kasih masukan," katanya.

Emil menegaskan tidak keberatan jika dirinya diminta masukannya untuk memperbaiki persepak bolaan Indonesia yang dinilai sudah menyimpang. Namun, Emil tetap akan memprioritaskan pekerjaan utamanya sebagai Wali Kota Bandung.

"PR (pekerjaan rumah) sebagai walikota banyak sekali. Jadi saya tidak akan menyita banyak waktu soal ini. Saya sudah bilang, kalaupun iya hanya sebatas memberi pandangan saja. Tidak akan ikut rapat, jadi pengurus ini-itu atau apa. Saya mah begini saja," tegasnya.

Yang jelas, kata dia mafia sepak bola harus diberantas. Hal itu sebagai upaya untuk kemajuan sepak bola Indonesia itu sendiri.

"Namanya mafia ya harus diberantas lah. Tapi saya hanya kasih gagasan saja, dimulai dari problemnya seperti apa. Tapi selama ini kan kekecewaan ke PSSI kan luar biasa. Dikelola oleh kelompok itu-itu saja, kemudian ada setingan pertandingan yang orang merasa ketidak transparan.”

“Uang liga apa gitu kan. Ada yang salah. Dulu sampai ada LSI (Liga Super Indonesia) dan LPI (Liga Primer Indonesia) kan membuktikan, ada kelompok yang ingin memberikan alternatif. Sampai miliar-miliar dari uang pribadi. Berarti sistemnya gak benar," tuturnya.

"Kalau itu ternyata penyakitnya, ya sudah kita beresin dari situ. Tapi dengan cara yang baik. Dan saya gak akan memberikan banyak ini, karena PR sebagai Wali Kota banyak pisan. Jadi tolong, saya tidak akan menyita banyak waktu soal ini. Saya sudah bilang kalaupun iya sebatas memberi pandangan saja. Gak akan ikut rapat, jadi pengurus, ini itu atau apa. Saya mah begini saja, diminta pertanyaan saya menjawab," tutupnya.

PSSIRidwan Kamil

Berita Terkini