(Analisis) 3 Skenario di Final Liga Champions 2015
Pertemuan Juventus kontra Barcelona di partai puncak liga Champions 2015 akan menyajikan pertarungan yang sangat seru. Kedua klub sama-sama memiliki pemain yang mampu berperan untuk menjadi pengatur skema serangan dan menjadi 'tukang jagal' serangan tim lawan.
2X45 menit waktu normal pertandingan sepakbola akan dimanfaatkan betul oleh para pemain untuk bisa keluar sebagai yang terbaik di Eropa.
Berikut 3 Skenario yang mungkin terjadi di final liga Champions di Berlin nanti.
1. Waktu Normal, Barcelona diprediksi sukses kalahkan Juventus
Jika melihat agresifitas Barcelona saat taklukan Bayern Munchen di leg pertama babak semifinal liga
Champions, bukan tidak mungkin hal serupa bisa menimpa Juventus di babak final.
Juventus patut mewaspadai betul kinerja bek sayap Barcelona, Dani Alvez yang tampil impresif kala melawan Munchen di leg pertama. Menilik saat Juventus bertemu Real Madrid, terlihat bek-bek Juventus juga kerepotan dengan permainan dari rekan senegara Alvez yang membela Real Madrid, Marcelo.
Barcelona di bawah tangan kepelatihan Luis Enrique, memang banyak beri keleluasaan kepada dua full-back membantu serangan dengan meninggalkan pertahanan
kesebelasan.
Pergerakan para pemain di seluruh penjuru lapangan wajib betul diwaspadai dan dicari solusinya oleh pelatih Juventus, Max Allegri.
Jika Allegri tidak mendapat solusi konkrit untuk mematikan serangan sayap dan penguasan bola Barcelona bukan tidak mungkin, Barcelona mampu membobol gawang Juventus di kala waktu normal dan pastikan diri sebagai juara liga Champions.
2. Waktu Tambahan, Juventus hempaskan Barcelona.
Melihat pertandingan terakhir melawan Real Madrid, Juventus memiliki beberapa kekurangan yang wajib diperbaiki Max Allegri sebelum partai final dihelat. Permainan bek sayap dari Real Madrid, beberapa kali memang menjadi celah mudah untuk Real Madrid. Bek sayap yang impresif juga pasti diterap Luis Enrique.
Namun Max Allegri bisa saja terapkan gaya bermain bersabar dan lakukan proses serangan balik cepat seperti yang mereka lakukan di leg pertama babak semifinal. Serangan balik cepat dengan ditopang si jendral lapangan Juventus, Andrea Pirlo menjadi kunci. Pirlo akan tinggal memilih bola dilepaskan langsung ke penyerang Juventus atau kembali dialirkan ke sisi sayap.
Peran Vidal di leg kedua babak semifinal dengan melepaskan sepakan keras dari dalam kotak penalti bisa dimaksimalkan. Namun, deretan penyerang Juventus, Morata dan Tevez harus sedikit bersabar untuk bisa membangun serangan yang membuat tim lawan kesulitan mengatasinya. Jika proses serangan balik cepat bisa disusun punggawa Juventus, celah di full back Barcelona yang sering maju membantu serangan bisa dioptimalkan.
3. Adu Penalti, Juventus Juara Berkat Buffon
Jika alot dan kedua pemain masih sama kuat, bukan tidak mungkin partai final yang melakoni babak adu penalti. Mengingat di kubu Juventus ada kiper kenyang pengalaman yakni Gianluigi Buffon yang bukan tidak mungkin Juventus lebih diunggukan dibanding Barcelona.
Selain faktor tersebut, Luis Enrique wajib memilih betul para algojo yang terbiasa mengeksekusi penalti. Jam terbang skuad Juventus jalankan eksekusi mati memang tidak sembarangan.